Dikukuhkan, 98 Wisudawan Alquran Spempat Jadi Bukti Suksesnya Sinergi Sekolah dan Orang Tua

Tangis Haru dan Deretan Prestasi di Wisuda Alquran SMP Muhammadiyah 4 Surabaya

Suasana haru tampak pada gelaran wisuda Alquran X di Gedung BBPMP Provinsi Jawa Timur, Ahad (24/5/2026). Sebanyak 98 siswa SMP Muhammadiyah 4 Surabaya resmi dikukuhkan dalam kegiatan itu. Rombongan peserta terbagi dalam tiga kategori, yakni bil hifdhi (hafalan), bin nadhor (membaca), dan tarjim (terjemahan). Di balik senyum wisudawan, tersimpan derai air mata kebahagiaan dari para orang tua yang menempati kursi undangan.

Bukti Nyata Penanaman Akhlak

Salah satu momen paling emosional dirasakan oleh Maihar Oviek, ibunda dari wisudawati Saniya Putri Azhara. Sepanjang acara, ia tak kuasa menahan air mata kebanggaannya. Baginya, pendidikan di sekolah tidak hanya soal akademis, tetapi juga pembentukan karakter.

“Saniya benar-benar punya akhlak yang sangat bagus setelah kami titipkan untuk dididik di Muhammadiyah 4 Surabaya. Saya sangat bangga, sehingga dari tadi tidak berhenti menangis,” ungkapnya terharu.

Perasaan serupa turut dirasakan oleh Umu Nadhiroh, ibunda dari Dzakiyyah Hidayatur Rofifah. Ungkapan syukurnya mengalir deras melihat sang putri sukses menyelesaikan ujian Alquran.

“Alhamdulillah, rasanya haru campur bahagia. Semoga anak saya bisa terus istiqomah dalam menjaga hafalannya,” tutur Umu.

Deretan Bintang Alquran Berprestasi

Rasa bangga orang tua semakin memuncak saat sekolah mengumumkan para wisudawan berprestasi dari tiga kategori: bin nadhor (membaca), bil hifdhi (hafalan), dan tarjim (terjemahan), dan penghafal Alquran terbanyak.

Pada kategori bin nadhor, Diah Putri sukses menyabet predikat terbaik pertama, disusul Zainuddin Ihsan di posisi kedua, dan Nabil Zulfadhli sebagai terbaik ketiga. Sementara di kategori bil hifdhi, Azka Rizqullah Shihab Adiguna tampil sebagai terbaik pertama, diikuti Annisa Millah dan Alviatul Maliqil Ula di urutan kedua dan ketiga.

Untuk kategori tarjim, apresiasi bergengsi diberikan kepada Nida Nafia. Tak ketinggalan, sekolah juga memberikan penghargaan khusus kepada Hamidah Abdullah yang berhasil mencatatkan diri sebagai siswa dengan hafalan terbanyak.

Pengorbanan Siswa dan Peran Orang Tua

Keberhasilan puluhan siswa ini tentu tidak diraih dengan santai. Kepala SMP Muhammadiyah 4 Surabaya, Laili Rahmi, menekankan bahwa pencapaian luar biasa ini membutuhkan pengorbanan yang tak main-main dari para siswa.

“Kalau saya perhatikan, siswa juga mengorbankan segalanya agar dapat meraih posisi ini. Mereka rela mengorbankan waktu keikutsertaan dalam ekstrakurikuler hanya untuk fokus setoran hafalan,” jelas Laili bangga.

Oleh karena itu, ia meminta agar kerja keras ini mendapat apresiasi penuh. Bentuk apresiasi terbaik, menurutnya, adalah komitmen orang tua untuk terus mendampingi anak-anak berproses saat berada di rumah.

Di Jalur yang Tepat: Alquran dan Kelas Internasional

Apresiasi tinggi juga datang dari Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo, Lukman Rahim. Ia menilai SMP Muhammadiyah 4 Surabaya saat ini sudah melangkah di trek yang sangat tepat, di mana sekolah mampu menyeimbangkan ilmu agama dan wawasan global.

“Ada program Alquran, dan ada pula Kelas Internasional,” ujar Lukman.

Secara khusus, ia memuji progres para siswa Kelas Internasional. Meski belum genap setahun menempuh pendidikan, para siswa tersebut sudah mampu berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris dengan lancar.

“Selain pada kelas tahfidz dan Alquran, kami di PCM memang concern memantau kerja keras tim sekolah dalam mengembangkan Kelas Internasional ini. Alhamdulillah, hasilnya sampai saat ini sangat memuaskan,” pungkasnya bangga.

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *