Ditantang Jadi Pelopor Kebaikan, Begini Serunya Aksi Siswa Spempat Ikuti DASH

Masa remaja adalah fase penuh gejolak. Memahami hal tersebut, SMP Muhammadiyah 4 Surabaya (SMPM 4) mengajak seluruh siswa kelas 7 dan 8 untuk lebih mawas diri melalui kegiatan Dinamika Arek Suroboyo Hebat (DASH) yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota Surabaya, Senin (15/6/2026).

Berbeda dari suasana kelas yang kaku, program DASH justru menjadi ajang bagi siswa untuk “curhat” sekaligus belajar banyak hal tentang realitas kehidupan remaja masa kini. Kolaborasi lintas dinas ini dirancang agar para siswa tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga memiliki “perisai” kuat dalam menjaga perilaku dan pergaulan.

Diskusi Interaktif: Dari Bahaya Narkoba hingga Anti-Bullying

Suasana makin hidup saat Linda Listio, narasumber dari BNN Kota Surabaya, naik ke panggung. Bukan ceramah satu arah, Linda membawa materi soal pergaulan sehat dan kenakalan remaja dengan gaya yang sangat interaktif. Siswa-siswi SMPM 4 pun tak ragu untuk berdiskusi aktif dan melontarkan pertanyaan-pertanyaan kritis terkait tantangan yang mereka temui sehari-hari.

Linda memberikan pesan yang menohok namun inspiratif bagi para peserta didik.

“Remaja harus punya pendirian. Berani berkata tidak pada hal yang melanggar norma, berani menjauh dari hal membahayakan, dan jadilah pelopor kebaikan di lingkungan kalian,” tegasnya di hadapan siswa.

Harapan Sekolah: Membentuk Karakter Tangguh

Kepala SMP Muhammadiyah 4 Surabaya, Laili Rahmi, menyambut hangat program ini. Baginya, DASH bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan “obat” untuk menguatkan mentalitas siswa.

“Ini adalah bekal krusial bagi anak-anak kita. Kami berharap, melalui DASH, nilai kedisiplinan, kemandirian, dan tanggung jawab yang sudah kami tanamkan di sekolah semakin kokoh dan terinternalisasi dengan baik,” ujar Laili.

Senada dengan sang kepala sekolah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Zaenal Maftukhin, melihat adanya sinergi yang kuat antara program pemerintah ini dengan kurikulum sekolah.

“Materi tentang pergaulan sehat dan anti-bullying di sini sangat relevan dengan apa yang kami tekankan di sekolah. Intinya adalah bagaimana siswa belajar untuk bertanggung jawab atas setiap pilihan dan tindakan mereka,” jelas Zaenal.

Kolaborasi untuk Generasi Hebat

Kegiatan DASH ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan karakter remaja bukan hanya tanggung jawab guru di sekolah, melainkan kolaborasi lintas elemen. Bagi siswa SMP Muhammadiyah 4 Surabaya, hari ini bukan sekadar libur dari rutinitas pelajaran, melainkan momen berharga untuk belajar menjadi pribadi yang lebih tangguh, peduli, dan berani bersikap.

Diharapkan, bekal yang didapat dari DASH dapat dipraktikkan langsung oleh para siswa, baik saat berinteraksi di lingkungan sekolah, hangatnya suasana keluarga, hingga pergaulan luas di tengah masyarakat.

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *