Studio 4 CGV Maspion Square mendadak hening. Sebanyak 198 siswa, guru, hingga karyawan tampak terpaku menyaksikan keteguhan Ali dan Zahra, dua tokoh utama dalam film Children of Heaven, yang harus berbagi satu pasang sepatu demi tetap bisa bersekolah.
Kegiatan nonton bareng (nobar) yang digelar pada Senin (15/6/2026) ini bukan sekadar agenda hiburan semata. Sekolah sengaja memilih film tersebut sebagai media pembelajaran karakter yang menyentuh hati dan sarat akan pesan moral bagi seluruh warga sekolah.
Menumbuhkan Empati dan Rasa Syukur
Kisah kesederhanaan Ali dan Zahra dalam film tersebut menjadi cermin nyata bagi para siswa. Melalui keterbatasan yang dialami tokoh, peserta diajak menyelami makna tanggung jawab, kepedulian, pengorbanan, hingga pentingnya rasa syukur.
Kepala SMP Muhammadiyah 4 Surabaya, Laili Rahmi, menjelaskan bahwa pendekatan melalui film dinilai sangat efektif karena relevan dengan kehidupan sehari-hari.
“Nilai-nilai karakter seperti tanggung jawab dan kepedulian sering kali lebih mudah dipahami jika disajikan melalui cerita yang dekat dengan dunia anak-anak. Kami ingin mereka tidak hanya menonton, tetapi juga merefleksikan nilai-nilai tersebut dalam tindakan nyata,” ujar Laili.
Pembelajaran Karakter Kreatif
Metode belajar berbasis film ini mendapat apresiasi positif dari para tenaga pendidik. Ari Wahyoelianti, Wali Kelas 8A, menyebut bahwa media visual adalah jembatan yang kuat untuk menanamkan karakter secara halus namun mendalam.
“Cerita yang sederhana akan lebih mudah diterima oleh siswa. Harapan kami, inspirasi dari film ini tidak berhenti di ruang diskusi saja, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam cara mereka bersikap, berinteraksi, dan mengambil keputusan sehari-hari,” pungkas Ari.
Rizka Qori, siswa kelas 8, mengaku tersentuh dengan pesan yang disampaikan film tersebut. “Film ini mengajarkan saya untuk jauh lebih bersyukur dan menghargai apa pun yang saya miliki sekarang,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Nayla Ammif, siswa kelas 7. Baginya, hubungan persaudaraan antara Ali dan Zahra adalah pengingat pentingnya solidaritas di keluarga. “Saya belajar bahwa saling membantu dan menjaga anggota keluarga adalah hal yang sangat berharga,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, SMP Muhammadiyah 4 Surabaya sukses menghadirkan metode penguatan karakter yang tidak menggurui, melainkan menyentuh sisi emosional pelajar. Diharapkan, hikmah dari kisah perjuangan Ali dan Zahra ini dapat membekas dan menjadi kompas moral bagi siswa dalam menghadapi tantangan di masa depan.