SURABAYA – Kreativitas siswa Bilingual Excellent Class SMP Muhammadiyah 4 Surabaya benar-benar mencuri perhatian saat pameran Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM) di aula sekolah, Jumat (19/6).
Kepala SMP Muhammadiyah 4 Surabaya, Laili Rahmi, mengapresiasi tinggi hasil karya peserta didiknya.
“Kami mengapresiasi kreativitas anak-anak yang mampu memadukan sains dan seni menjadi karya nyata yang tidak hanya bernilai estetik, tetapi juga menumbuhkan empati mereka terhadap kelestarian alam,” ujarnya.

Sisi edukasi lingkungan menjadi nilai tambah pameran ini. Para siswa tidak hanya unjuk karya, tetapi juga mengedukasi pengunjung tentang konservasi satwa, seperti ikan badut botia dan penyu hijau.
Hamidah Abdullah, salah satu siswa, mengaku pameran ini memberikan pengalaman belajar yang bermakna.
“Senang sekali rasanya bisa belajar membuat lampu dan jam sendiri dari bahan daur ulang, sekaligus bisa menjelaskan ke pengunjung tentang pentingnya menjaga kelestarian penyu hijau di laut,” ungkapnya.

Dalam ajang yang bertepatan dengan penerimaan rapor ini, para siswa menyulap barang bekas menjadi karya seni fungsional. Dua karya yang paling menyita perhatian adalah standing lamp berbentuk bunga bangkai dan jam dinding hias bertema teratai (lotus clock).
Mengasah Critical Thinking dan Bahasa Inggris
Selain aspek teknis, pameran ini menjadi ajang unjuk kemampuan berpikir kritis dan kecakapan berbahasa Inggris. Ananda Amirah, salah satu peserta, merasakan dampak nyata dari proyek ini.
“Kegiatan ini dapat mengasah cara berpikir kritis dan kreatif. Selain itu, kami bisa mengasah kemampuan berbahasa Inggris lewat presentasi yang kami sampaikan di depan orang tua,” tuturnya.

Apresiasi pun datang dari para wali murid. Indria Wahyu Liswardhani mengaku kagum melihat performa para siswa saat melakukan presentasi.
“Pembelajarannya seru, menantang, dan membuat anak menjadi lebih kritis. Selain itu, ternyata kemampuan berbahasa Inggris siswa sudah sebagus itu,” ujar Indria.
Pihak sekolah mencanangkan bahwa STEAM ini akan menjadi agenda tahunan guna memacu Higher Order Thinking Skills (HOTS) serta keterampilan abad ke-21 bagi para siswa sejak dini.
”Ke depannya, rencana kami tidak hanya wali murid saja yang diundang dalam STEAM Project ini. Melainkan bisa juga dari Majelis Dikdasmen Muhammadiyah tingkat Cabang hingga Daerah,” pungkas Laili Rahmi.