Mahasiswa Kamboja Sambangi Spempat, Siswa Antusias Unjuk Keberanian Berbahasa Inggris

Suasana meriah dan penuh antusias ditunjukkan siswa kelas 7-8 BEC di Gedung Muhammadiyah Tahfidz Centre SMP Muhammadiyah 4 Surabaya (Spempat), Rabu (19/8). Para siswa kelas bilingual yang biasa disebut dengan Bilingual Excellent Class (BEC) mendapat kesempatan berharga dengan hadirnya tamu istimewa, yakni Sary Rozty, mahasiswa semester tiga Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) yang berasal dari Kamboja.

​Kehadiran Rozty pada pukul 08.00 WIB langsung disambut hangat oleh Kepala SMP Muhammadiyah 4 Surabaya, Laili Rahmi. Rangkaian acara dibuka dengan suguhan seni bela diri kebanggaan Muhammadiyah, Tapak Suci. Suasana menjadi semakin semarak dan cair ketika mahasiswa asal Kamboja tersebut diajak turun langsung untuk menirukan beberapa gerakan jurus Tapak Suci di hadapan para siswa.

Kunjungan ini merupakan wadah interaktif yang sangat apik untuk pertukaran budaya sekaligus mengasah soft skill para siswa. Dalam sambutannya, Laili Rahmi menegaskan bahwa program ini memang dirancang agar para peserta didik memiliki keberanian berinteraksi langsung dengan warga negara asing.​

“Saya sangat bangga melihat anak-anak, khususnya siswa kelas 7 dan 8 dari program Bilingual Excellent Class (BEC). Mereka tampil begitu luar biasa, tidak canggung, dan sangat berani berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris dengan tamu kita secara langsung,” ungkap Laili dengan penuh kebanggaan.

Dalam sesi inti, Rozty mempresentasikan berbagai keunikan budaya serta gambaran program sekolah di Kamboja. Ia secara khusus menyampaikan rasa kagumnya terhadap kecakapan siswa-siswi Spempat yang begitu aktif dan berani melontarkan ragam pertanyaan dalam bahasa Inggris yang fasih. Ia juga berterima kasih atas sambutan sekolah yang dinilainya sangat meriah dan ramah.

Keseruan acara tidak berhenti di ruang presentasi. Memanfaatkan momen bulan kemerdekaan, Rozty diajak membaur dalam permainan tradisional khas 17 Agustusan, seperti lomba makan kerupuk dan berjalan di atas garis dengan mata tertutup. Gelak tawa yang pecah seketika menghapus sekat perbedaan bahasa maupun budaya.

Pengalaman berkesan ini turut dirasakan langsung oleh para pelajar. Ananda Amirah, salah satu siswi kelas 8 BEC, mengungkapkan antusiasmenya.

“Saya senang sekali bisa mengetahui dan berbagi kebudayaan secara langsung dengan mahasiswa dari luar negeri. Selain menambah wawasan, momen ini benar-benar memicu kami agar semakin berani berkomunikasi dengan bahasa Inggris,” tuturnya.​

Rangkaian kunjungan edukatif lintas negara ini akhirnya ditutup dengan sesi foto bersama dengan penuh keakraban. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat persahabatan kepada Sary Rozty.

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *