SMP Muhammadiyah 4 Surabaya kembali menyelenggarakan kegiatan parenting untuk wali murid 7-9, Sabtu, (29/8). Berlokasi di Masjid Syuhada, Komplek Muhammadiyah Gadung Surabaya, acara ini berlangsung dengan lancar dan dihadiri oleh sebagian besar orang tua siswa dengan antusias.
Kegiatan parenting kali ini menghadirkan pakar di bidang pendidikan dan pengasuhan, yakni Andriana Dwi Astuti. Beliau merupakan Ketua Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Kota Surabaya yang juga mengabdi sebagai tenaga pendidik di SMP Negeri 43 Surabaya.
Dalam sesi pemaparannya, Andriana menitikberatkan materi pada tema yang sangat fundamental bagi setiap rumah tangga, yaitu perumusan Visi dan Misi Keluarga. Beliau membuka kajian dengan mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat At-Tahrim ayat 6. Melalui ayat yang berisi pesan untuk menjaga diri dan keluarga dari siksa api neraka tersebut, para orang tua diajak untuk merefleksikan kembali tujuan utama pengasuhan agar seluruh anggota keluarga memiliki benteng keimanan yang kuat dan sejalan dengan tuntunan Islam.
Lebih lanjut, materi parenting juga menyoroti pentingnya peran ekosistem pendidikan yang menyeluruh. Disampaikan bahwa pendidikan di sekolah pada hakikatnya adalah wujud kolaborasi dan sinergi yang erat dengan orang tua di rumah. Di lingkungan sekolah, siswa terus diasah melalui pembekalan kecakapan hidup (life skill), pendidikan agama, hingga pendidikan umum. Namun, peran keluarga di rumah sangatlah krusial untuk mengawal dan mempertajam semua bekal yang telah diberikan di sekolah tersebut. Dengan adanya sinergi yang berkesinambungan, pendidikan di sekolah dan di rumah akan menyatu menjadi sebuah kesatuan yang utuh.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala SMP Muhammadiyah 4 Surabaya, Laili Rahmi, menyatakan bahwa kegiatan parenting ini sengaja digelar untuk menyamakan persepsi antara pihak sekolah dan orang tua.
“Harapannya, ketika siswa sudah diamanahkan di sekolah, orang tua tidak hanya pasrah dan menitipkan semuanya kepada pihak sekolah. Namun, sangat dibutuhkan sinergi dan kolaborasi antara guru di sekolah dengan orang tua saat anak berada di rumah. Dengan begitu, siswa dapat mengembangkan potensinya dan berprestasi secara optimal,” jelas Laili.
Melalui kegiatan ini, diharapkan frekuensi dan pola asuh antara orang tua dan pendidik semakin selaras, sehingga cita-cita untuk melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia dan tangguh, dapat terwujud dengan baik.