Guna memperkuat sinergi dan kapasitas spiritual para pendidik, SMP Muhammadiyah 4 Surabaya kembali menggelar kegiatan pengajian rutin bagi seluruh guru dan karyawan pada Ahad (30/8/2026). Kali ini, kegiatan pembinaan rohani rutin diselenggarakan di kediaman Bambang Eko Yuhono, salah satu tenaga kependidikan sekolah. Kegiatan rutin ini dilakukan guna mempererat keakraban serta rasa kekeluargaan di luar sekolah.

Laili Rahmi, Kepala SMP Muhammadiyah 4 Surabaya, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kedatangan guru dan tenaga kependidikan dalam kegiatan pengajian rutin ini. Menurutnya kegiatan ini harus dilakukan secara terus menerus dan melibatkan seluruh anggota keluarga guru dan tenaga kependidikan.
“Saya lihat 90% sudah hadir. Kebanyakan juga mengajak anggota keluarga. Saya harap ini dapat mempererat dan menjalin silaturrahim,” tambahnya.
Pengajian yang berlangsung khidmat dan kebersamaan ini menghadirkan Masyhad Bahri, anggota Divisi Haji KBIHU Muhammadiyah Surabaya, sebagai penceramah. Dalam kesempatan tersebut, ia membedah secara mendalam kandungan Al-Qur’an Surah Ali ‘Imran ayat 112, yang dinilai sangat relevan dengan dinamika keseharian para tenaga pendidik.
Masyhad mengingatkan peserta tentang ancaman kehinaan bagi manusia yang mengabaikan dua fondasi utama kehidupan. Kedua fondasi tersebut adalah hablum minallah (hubungan vertikal dengan Allah) dan hablum minannas (hubungan horizontal dengan sesama manusia).
”Keberhasilan kita mengelola institusi pendidikan sangat bergantung pada keseimbangan dua tali pokok ini. Mendidik bukan sekadar rutinitas atau kewajiban administratif, melainkan amanah langit yang bernilai ibadah,” ujar Masyhad di hadapan puluhan peserta.

Ia menjelaskan, ketika seorang pendidik memiliki hablum minallah yang kuat, maka akan tumbuh ketangguhan mental dalam menghadapi berbagai dinamika siswa. Namun, hal itu belumlah cukup jika tidak diimbangi dengan hablum minannas.
Menurutnya, sekolah unggul tidak lahir dari kehebatan satu orang saja, melainkan hasil kerja sama tim yang solid. Ia berpesan agar seluruh elemen sekolah bersinergi dan menyingkirkan ego sektoral.
“Pelayanan ramah kepada wali murid, senyum tulus kepada para siswa, serta komunikasi sehat antar sesama rekan kerja adalah wujud ibadah sosial. Ini adalah bukti nyata implementasi hablum minannas di tempat kerja,” tegasnya mengakhiri kajian.
Pengajian rutin ini ditutup dengan ramah tamah dan doa bersama. Momentum ini diharapkan mampu memompa semangat baru bagi keluarga besar SMP Muhammadiyah 4 Surabaya untuk menyukseskan berbagai program strategis pendidikan ke depannya.