Strategi Inovatif Spempat: Petugas Keamanan hingga Guru Jadi PJ Kegiatan

Usai menyerap ilmu dari sosialisasi “Praktik Baik Akreditasi” yang dipaparkan Ali Fauzi, SMP Muhammadiyah 4 Surabaya langsung membuat langkah konkret. Kamis (15/1/2026), sekolah dengan taglineBerprestasi dan Religius” ini meluncurkan program kepemimpinan inklusif yang mewajibkan setiap guru dan karyawan menjadi penanggung jawab tunggal sebuah kegiatan.

Kebijakan ini merupakan salah satu respon cepat terhadap materi kepemimpinan sekolah yang disampaikan oleh Ali Fauzi, Ketua PCM Kenjeran. Dalam pemaparannya, Ali menekankan bahwa kemajuan sekolah sangat bergantung pada tata kelola yang baik dan lingkungan belajar yang kolaboratif.

Strategi “Satu Orang Satu Kegiatan”

Kepala SMP Muhammadiyah 4 Surabaya, Laili Rahmi, menjelaskan bahwa setelah sosialisasi tersebut, sekolah langsung merancang 25 jenis kegiatan untuk satu tahun ke depan. Uniknya, tidak ada lagi dominasi orang tertentu dalam memimpin acara. Setiap orang, mulai dari guru hingga tenaga kependidikan, harus memegang kendali satu agenda secara mandiri, mulai dari tahap proposal hingga hari pelaksanaan.

“Kami ingin melejitkan potensi setiap individu. Tujuan utamanya adalah agar tanggung jawab kepemimpinan tersebar merata, tidak hanya bertumpu pada satu atau dua orang saja. Semua warga sekolah punya kesempatan yang sama untuk berkontribusi bagi kemajuan Spempat,” ujar Laili Rahmi.

Petugas Keamanan Ambil Peran di Hari Guru

Hal yang menarik terlihat saat Bambang Eko Yuhono, petugas keamanan sekolah, memilih untuk menjadi penanggung jawab peringatan Hari Guru Nasional. Meski tugas kesehariannya menjaga gerbang dan keamanan, Nono, sapaan akrabnya, merasa tertantang untuk memberikan apresiasi terbaik bagi para pendidik.

“Jasa guru harus diapresiasi setinggi-tingginya. Saya berharap rancangan kegiatan ini bisa menjadi sumbangsih nyata untuk kebahagiaan para guru di Spempat,” tutur Bambang dengan bangga.

Implementasi Nyata Persiapan Akreditasi

Selain hari besar nasional seperti Hari Guru dan Hari Angkutan Nasional, agenda tahunan seperti Milad Tapak Suci juga masuk dalam daftar 25 kegiatan. Program ini secara tidak langsung memenuhi poin-poin krusial dalam instrumen akreditasi 2026, khususnya pada komponen Iklim Lingkungan Belajar dan Kepemimpinan Satuan Pendidikan.

Langkah ini menunjukkan bahwa persiapan akreditasi tahun 2026 tidak hanya dilakukan di atas kertas atau dokumen kurikulum semata, melainkan melalui transformasi budaya kerja yang lebih manusiawi dan memberdayakan seluruh elemen sekolah.

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *