Pembelajaran efektif tidak selamanya harus dibatasi oleh dinding kelas. Hal inilah yang dibuktikan oleh 75 siswa kelas 9 SMP Muhammadiyah 4 (Spempat) Surabaya saat menggelar kegiatan manasik haji di Asrama Haji, Jalan Manyar Kertoadi, Surabaya, Senin (19/1/2026).
Sejak pukul 07.45 WIB, antusiasme terpancar dari wajah para siswa yang berkumpul dengan tertib. Uniknya, rombongan ini berangkat menuju lokasi dengan menggunakan enam armada bemo, sebuah kesederhanaan yang justru mempererat rasa kebersamaan antar siswa dan guru sebelum memulai praktik ibadah.
Bekal Iman Melalui Praktik Langsung
Sesampainya di lokasi, para siswa langsung diarahkan untuk mempelajari tata cara serta doa-doa dalam pelaksanaan ibadah umrah dan haji. Agar sesi praktik lebih kondusif dan fokus, rombongan dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan gender, yakni kelompok putra dan putri.
Kegiatan ini dipandu langsung oleh Mualim dan M. Adenin, guru Ismuba Spempat. Suasana sempat pecah dengan tawa dan semangat saat Mualim membuka sesi dengan sapaan interaktif. “Untuk apa kita di sini?” tanya Mualim lantang, yang langsung dijawab serempak oleh para siswa, “Manasik haji!”
Persiapan Ujian Praktik Kolosal
Di sela-sela kegiatan, Mualim menjelaskan bahwa agenda ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan bagian dari kurikulum yang terukur untuk membekali siswa dengan pemahaman agama yang mendalam.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk mengenalkan tata cara manasik haji secara nyata kepada siswa, agar mereka tidak hanya paham teori di buku, tapi juga hafal alurnya secara fisik,” ujar Mualim.
Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa kegiatan ini memiliki target jangka pendek yang sangat penting.

“Manasik haji ini juga kami lakukan sebagai persiapan matang bagi siswa untuk menghadapi ujian praktik kolosal manasik haji yang akan diikuti oleh seluruh siswa SMP Muhammadiyah se-Kota Surabaya dalam waktu dekat,” tambahnya.
Penguatan Karakter dan Keimanan
Kegiatan dibagi menjadi dua sesi utama: sesi pertama fokus pada bimbingan tata cara, dan sesi kedua berupa praktik langsung beserta pembacaan doa-doa di setiap rukun haji. Para siswa tampak khidmat mengikuti setiap instruksi, mulai dari niat hingga simulasi tawaf dan sa’i.

Kepala SMP Muhammadiyah 4 Surabaya, Laili Rahmi, menyatakan kepuasannya atas kelancaran acara ini. Ia menilai kegiatan seperti ini sangat efektif dalam pembentukan karakter dan penguatan iman siswa. Melalui pengalaman langsung di Asrama Haji, sekolah berharap para siswa tumbuh dengan kecintaan yang besar terhadap ibadah dan memahami nilai-nilai keislaman sejak dini.
“Masih ada beberapa siswa yang belum hafal sepenuhnya doa-doa yang harusnya dilafalkan. Ini menjadi momen supaya kita bisa perbaiki diri ketika pelaksanaan kolosal ujian praktik dilaksanakan,” pungkasnya.