Bongkar Kandungan Niacinamide hingga Ceramide, Siswi Spempat Edukasi Skincare Sehat

Tren perawatan kulit atau skincare yang tengah menjamur di kalangan remaja sering kali membuat mereka terjebak pada produk viral tanpa memahami fungsinya. Menanggapi fenomena ini, SMP Muhammadiyah 4 Surabaya menggelar kegiatan edukasi unik bertajuk “Detektif Kecantikan” dalam sesi Keputrian, Jumat (8/5/2026).

Bertempat di ruang kelas 8A, puluhan siswi kelas 7 dan 8 tampak antusias membawa berbagai botol dan kemasan produk perawatan milik mereka. Namun, mereka tidak sedang bersolek, melainkan melakukan “bedah kandungan” untuk memastikan keamanan produk yang digunakan sehari-hari.

Edukasi Literasi Bahan Kimia dan Label Produk

Dalam sesi yang berlangsung selama 40 menit tersebut, para siswi diajak untuk meneliti label komposisi (ingredients) pada kemasan. Mereka berperan sebagai detektif yang mencari “Agen Penyelamat” kulit seperti niacinamide, ceramide, hingga hyaluronic acid. Fokus utama kegiatan ini adalah meningkatkan literasi konsumen sejak dini agar remaja tidak mudah tergiur oleh iklan yang menyesatkan.

Kepala SMP Muhammadiyah 4 Surabaya, Laili Rahmi, menekankan bahwa literasi memiliki cakupan yang luas, termasuk dalam memilih produk kesehatan tubuh. Menurutnya, pemahaman yang benar akan membangun kepercayaan diri yang kuat pada siswi, sehingga mereka tidak sekadar menjadi pengikut tren (trend follower).

“Kegiatan edukatif dan aplikatif ini penting agar murid memiliki pemahaman yang benar. Dengan mengenal bahan yang masuk ke tubuh, mereka belajar menghargai diri sendiri sekaligus menjaga kesehatan jangka panjang,” ujar Laili.

Beralih ke ‘Kembaran Alami’ yang Ekonomis

Selain membedah bahan kimia, para siswi juga diperkenalkan dengan konsep “Kembaran Alami”. Materi ini membuka wawasan bahwa perawatan kulit yang efektif tidak selalu harus merogoh kocek dalam. Bahan-bahan yang tersedia di dapur ternyata memiliki khasiat yang setara dengan produk pabrikan mahal.

Misalnya, air cucian beras yang kaya akan vitamin dapat berfungsi sebagai pencerah alami, sementara irisan timun menjadi alternatif penyejuk kulit (soothing agent) yang tak kalah hebat dari aloe vera gel kemasan. Madu pun turut diperkenalkan sebagai pelembap alami yang aman bagi kulit remaja.

Audrey Rizkiyandra, siswi kelas 8, mengaku mendapatkan perspektif baru setelah mengikuti kegiatan ini.

“Ternyata seru banget! Aku jadi tahu kalau merawat diri itu nggak harus mahal. Pakai madu atau air beras yang ada di dapur saja sudah bisa bikin kulit sehat,” ungkapnya penuh semangat.

Kegiatan ini ditutup dengan pesan moral bahwa glow up atau kecantikan yang hakiki bermula dari rasa syukur, kebersihan diri, dan pemahaman bahwa merawat tubuh adalah bentuk amanah kepada Sang Pencipta. Melalui edukasi ini, Spempat Surabaya berharap para siswinya mampu tampil percaya diri dengan kecantikan yang sehat dan alami.

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *