Siswa Spempat Rakit Aplikasi Kalkulator Android Berbasis Python

SURABAYA – Inovasi teknologi terus lahir dari tangan-tangan kreatif generasi muda. Pada Jumat (10/4/2026), siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler programming di Spempat Surabaya sukses mengembangkan aplikasi kalkulator digital yang dapat dioperasikan langsung melalui perangkat smartphone.

Kegiatan yang berlangsung di sekolah ini bertujuan untuk mengenalkan dunia pengembangan aplikasi mobile sejak dini. Berbeda dengan pembelajaran pemrograman dasar yang biasanya hanya berbasis teks, kali ini para siswa ditantang untuk menciptakan antarmuka pengguna (GUI) yang interaktif dan fungsional.

Asa Mulia, selaku guru pembimbing ekstrakurikuler, menjelaskan bahwa proses pembuatan aplikasi ini memanfaatkan bahasa pemrograman Python dengan bantuan framework Kivy. Penggunaan Kivy dipilih karena fleksibilitasnya dalam membangun aplikasi lintas platform.

“Dengan Kivy, siswa bisa membuat aplikasi yang tampilannya menyerupai kalkulator di HP secara nyata. Prosesnya dimulai dengan merancang tata letak, di mana bagian atas berfungsi sebagai display angka dan bagian bawah diisi dengan susunan tombol yang rapi,” ujar Asa Mulia.

Pengalaman ini memberikan kesan mendalam bagi para peserta. Muhammad Azzam Athallah, salah satu siswa, mengaku bangga karena kode yang ia susun bisa berubah menjadi aplikasi nyata.

“Rasanya sangat puas melihat logika yang kami pelajari benar-benar berfungsi. Senang sekali bisa menghasilkan karya yang bisa langsung dicoba di HP sendiri,” ungkap Azzam.

Senada dengan rekannya, Muhammad Ardy Pragata Yusuf juga merasa antusias dengan hasil karyanya.

“Ternyata membuat aplikasi itu tidak sesulit yang dibayangkan kalau kita paham langkah-langkahnya. Menghasilkan sesuatu yang bermanfaat seperti kalkulator ini membuat saya makin semangat belajar coding,” tambah Ardy.

Tahapan pembelajaran ini melibatkan logika pemrograman yang cukup intens. Setelah desain visual terbentuk, para siswa menyusun kode untuk setiap tombol agar memiliki fungsi responsif, mulai dari menampilkan angka hingga menghitung hasil akhir secara otomatis.

Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap para siswa tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga mampu menjadi kreator yang kompeten di masa depan.

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *