Eksplorasi KBS, Siswa Spempat Belajar Habitat Satwa

Selasa pagi (12/5/2026), suasana Kebun Binatang Surabaya (KBS) tampak lebih ramai dari biasanya. Bukan sekadar rekreasi keluarga, sebanyak 88 siswa kelas 7 dari SMP Muhammadiyah 4 Surabaya terlihat sibuk menyisir setiap sudut kandang. Mereka tengah menjalani agenda outing class untuk membedah lebih dalam soal habitat dan jenis-jenis satwa secara langsung.

​Ditemani para wali kelas, para siswa ini tak cuma datang untuk melihat-lihat. Mereka mengemban misi khusus: menjadi “jurnalis cilik” yang harus memproduksi video edukasi.​

Bukan Sekadar Jalan-Jalan

​Nanik Ratnawati, Wali Kelas 7D, tak bisa menyembunyikan rasa senangnya melihat anak didiknya begitu bersemangat. Menurut Nanik, metode belajar di luar ruangan seperti ini terbukti ampuh mengusir rasa jenuh siswa terhadap materi teori di sekolah.​

“Anak-anak luar biasa antusiasnya hari ini. Mereka kami beri tantangan untuk membuat tugas video. Jadi mereka harus wawancara ke berbagai sumber di sini untuk menggali data soal habitat dan jenis hewan,” terang Nanik di sela-sela mendampingi siswa.​

Strategi ini sengaja diambil agar siswa tidak hanya pasif menonton, tetapi juga berani berkomunikasi dan jeli mengamati lingkungan sekitar.​

Anoa Jadi “Primadona” di Mata Siswa​

Bagi para siswa, momen ini adalah kesempatan emas untuk mengeksplarasi KBS dengan cara yang berbeda. Ghaniyadriyan, siswa kelas 7A, menceritakan perbedaannya saat berkunjung bersama teman sekolah dibanding saat bersama keluarga.

​”Seru banget! Kalau biasanya ke sini sama orang tua kan cuma lewat-lewat saja. Tapi kalau sama teman begini, kita bisa explore lebih jauh karena ada tugas wawancara juga,” kata Ian.​

Menariknya, dari sekian banyak koleksi satwa di KBS, pandangan Ghani justru tertuju pada Anoa. Satwa endemik asal Sulawesi itu sukses mencuri perhatiannya karena penampakannya yang unik.

“Tadi paling tertarik sama Anoa. Enggak tahu kenapa, bentuknya lucu saja dilihat,” tambahnya sambil terkekeh.​

Belajar Konservasi dengan Cara Seru​

Kegiatan ini membuktikan bahwa belajar biologi tak harus melulu menatap papan tulis. Dengan terjun langsung ke lapangan, para siswa bisa melihat nyata bagaimana perbedaan habitat asli setiap hewan dan pentingnya menjaga kelestarian mereka.​

Hingga siang hari, para siswa masih tampak asyik mengarahkan kamera ponsel mereka ke arah satwa, sambil mencatat poin-poin penting dari narasumber di lapangan. Hasil dari kunjungan ini nantinya akan dikemas menjadi karya video kreatif yang akan dipresentasikan di sekolah.

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *