Anggota IPM dan PMR SMPM 4 Surabaya Dikukuhkan Jadi Kader Antinarkoba

Bahkan obat batuk dan obat pusing jika dikonsumsi secara berlebihan dapat menyebabkan kecanduan dan halusinasi

Pesan itu disampaikan oleh Staf Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surabaya Novi Eva Aviana dalam pengukuhan Kader Anti-Narkoba di SMP Muhammadiyah 4 Surabaya, Selasa (29 Agustus 2023).

Novi Eva Aviana menjelaskan, karena tidak punya uang lebih, siswa dan anak muda biasanya kerap mencoba berbagai cara agar dapat merasakan sensani mencoba narkoba.

Dia menyampaikan, tidak hanya obat-obat yang dijual di pasaran saja yang harus diwaspadai pengonsumsian berlebihnya di kalangan siswa. Vape atau rokok elektrik juga harus diawasi penggunaannya.

“Kalau beberapa waktu lalu ditemukan sabu cair, sekarang ada temuan baru. Dalam cairan vape ada ganja cairnya,” katanya

Penyalahgunaan narkoba, lanjutnya, juga harus diwaspadai melalui media sosial. Bandar-bandar besar dan agen-agen penyalahguna narkoba kerap menyasar remaha melalui media sosial.

“Jangan sampai kita terbuai bujuk rayu pertemanan di media sosial sehingga menjerumuskan kita kepada bahaya narkoba,” ujarnya

Dia juga mengingatkan kepada Kader Anti-Narkoba SMP Muhammadiyah 4 Surabaya yang baru dikukuhkan agar turut aktif dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba di sekolah.

“Sebagai Kader Anti-Narkoba, teman-teman harus proaktif melaporkan ke guru atau wali kelas jika ada siswa yang terindikasi menjadi penyalahguna narkoba,” tambahnya.

Qiara Dwi Rahma, salah satu Kader Anti-Narkoba mangatakan bahwa ia mendapatkan wawasan tambahan saat mengikuti acara pengukuhan ini.

“Ternyata banyak sekali jenis narkoba beserta golongannya. Kita sebagai generasi muda harus tetap waspada,” ujarnya

Ia juga menambahkan bahwa menjadi Kader Anti-Narkoba membuatnya tertantang. Pesan-pesan positif antinarkoba akan sering digalakkan di sekolah.

“Tentunya melalui media sosial dan mading, flyer dan poster akan kami buat secara masif,” ujarnya.

Acara ini diikuti oleh anggota Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) beserta Palang Merah Remaja (PMR) SMP Muhammadiyah 4 Surabaya. Tercatat ada 30 siswa yang dikukuhkan oleh Badan Narkotika Nasional Kota Surabaya menjadi Kader Anti-Narkoba di sekolah.

Selanjutnya, kader antinarkoba ini akan mengadakan pertemuan sepekan sekali untuk menentukan berbagai aksi nyata.

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *