Siswa Spempat Gelar Aksi Solidaritas Korban Gaza

Siswa SMP Muhammadiyah 4 Surabaya menggelar aksi solidaritas untuk korban perang Gaza (Kamis, 12 Oktober 2023). Pada kegiatan tersebut, siswa menggelar berbagai aksi solidaritas. Aksi solidaritas di antaranya salat gaib untuk korban perang, penggalangan dana, serta seruan untuk tolak perang dan ajakan perdamaian.

Laili Rahmi SPd, Kepala SMP Muhammadiyah 4 Surabaya, menyebutkan bahwa kegiatan ini adalah salah satu bentuk penerapan Profil Pelajar Pancasila. Siswa seharusnya tidak hanya peka isu-isu sosial di sekitarnya namun juga isu-isu internasional.

“Kebhinekaan global yang juga poin Profil Pelajar Pancasila harus ditanamkan kepada siswa sejak dini,” ujarnya.

Kegiatan ini dilakukan setelah salat Zuhur. Siswa melakukan salat gaib dengan dipimpin oleh guru Ismuba, M Adenin SAg MPdI. Setelah siswa melakukan salat gaib, siswa bergegas menuju lapangan dengan terlebih dahulu memasukkan infaq terbaik pada kotak yang telah disediakan.

Zaenal Maftukhin, Koordinator Ismuba Spempat, menjelaskan bahwa hasil sumbangan siswa dan guru ini akan disalurkan melalui Lazizmu.

“Tentunya kami kesulitan kalau menyalurkannya langsung ke Gaza,” ujarnya.

Setelah melakukan kegiatan salat gaib dan berinfaq dalam kotak yang telah disediakan, siswa menuju ke lapangan untuk menyelenggarakan aksi solidaritasi dan ikrar anti perang dan cinta perdamaian. Mereka berbaris rapi di lapangan dengan membawa poster buatan mereka.

Rania Zahira Rahma, siswa kelas 9, mengaku senang dan bangga dapat terlibat dalam kegiatan ini. Menurutnya, poster yang ia buat beserta teman-temannya dapat menyuarakan isi hatinya terhadap pemberitaan perang yang gencar diberitakan.

“Ini ada seratusan poster yang dibuat teman-teman. Tentunya kalimat-kalimat yang ditulis adalah kalimat ajakan untuk akhiri perang,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Thastia Amalia Fajrin. Menurutnya, siswa tidak hanya belajar di kelas saja. Siswa saat ini juga punya suara yang harus diungkapkan. Salah satunya dengan cara aksi solidaritas untuk korban perang.

“Banyak sekali korban jiwa berjatuhan dalam perang di Gaza. Kami sebagai pelajar menyuarakan bahwa tidak semua permasalahan negara harus diselesaikan dengan perang. Ada meja perundingan yang dapat dimanfaatkan untuk mencari solusi,” tandasnya

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *