Tiga Guru Spempat Jadi Fasilitator Optimalisasi Rapor Pendidikan

SMPMUH4SBY.COM – Perencanaan berbasis data melalui rapor pendidikan sedang digalakkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Tujuannya, data pada rapor pendidikan dapat dijadikan tolok ukur kualitas satuan dan Dinas Pendidikan. Untuk meningkatkan performa seluruh sekolah di Surabaya, Dinas Pendidikan mengutus Guru Penggerak untuk menjadi fasilitator sekolah di sekelilingnya.

Tiga guru SMP Muhammadiyah 4 Surabaya, Zaenal Maftukhin, Handa Sonia Priyanka, dan Taufiqur Rohman menjadi perwakilan guru fasilitator. Tugasnya mendampingi sekolah di sekitar pada saat kegiatan diseminasi. Pengoptimalisasian rapor pendidikan, platform merdeka mengajar, dan implementasi kurikulum merdeka menjadi tujuannya. Kegiatan diseminasi itu dilaksanakan pada hari Selasa (17/10/2023) di SMP Negeri 13 Surabaya.

Zaenal Maftukhin, salah satu fasilitator asal SMP Muhammadiyah 4 Surabaya, menuturkan bahwa satu fasilitator mendampingi satu hingga dua sekolah sekitar. Harapannya, fasilitator mendampingi perencanaan berbasis data (PBD) sekolah yang bertujuan untuk memberikan perbaikan pembelanjaan anggaran, serta pembenahan sistem pengelolaan satuan pendidikan yang efektif, akuntabel dan konkret.

Menurutnya dari PBD ini, semua stakeholder pendidikan dapat memantau kinerja sekolah.

“Maka dari itu, kami mengimbaskan ke sekolah sekitar hal-hal baik yang sudah dikerjakan berkenaan dengan aksi nyata untuk kemajuan sekolah di Kota Surabaya,” tambahnya

Menurut Wakasek Kurikulum Spempat ini, pelatihan mandiri yang diikuti guru-guru melalui platform merdeka mengajar harus ditingkatkan. Tujuannya agar membentuk sebuah ekosistem pendidikan sesuai dengan tujuan Kurikulum Merdeka.

Hal senada juga diungkapkan Handa Sonia. Menurut fasilitator yang juga guru Bahasa Indonesia ini, selain mengikuti pelatihan mandiri, dalam platform merdeka mengajar guru harus mengikuti webinar. Selain itu, ekosistem belajar harus sudah terbentuk di sekolah.

“Selain untuk meningkatkan kualitas SDM, platform merdeka mengajar ini juga memfasilitasi guru untuk jadi pembelajar sepanjang hayat. Jangan sampai muridnya terus belajar namun gurunya tidak update terhadap ilmu-ilmu baru,” ujarnya.

Diseminasi yang dilaksanakan di SMP Negeri 13 itu diikuti oleh 87 SMP di Surabaya. Setiap sekolah menghadirkan kepala sekolah, wakasek kurikulum, dan perwakilan guru untuk mendapatkan pendampingan dari fasilitator.

Kegiatan tersebut diakhiri dengan mengunggah screenshot hasil platform merdeka mengajar ke formulir yang sudah disediakan Dinas Pendidikan Kota Surabaya. Formulir itu akan diisi secara berkala untuk mengetahui progres pengerjaan platform merdeka mengajar tiap sekolah.

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *