Unggul di Dua Lomba, Spempat Sukses Pertahankan Gelar Juara Umum

Rangkaian kalimat dalam bahasa Inggris fasih diucapkan Mualim. Guru bahasa Inggris itu melafalkan satu bait puisi berbahasa Inggris. Diiringi musik yang dipetik Nur Asroful Anam, guru Bahasa Daerah, Mualim sukses menarik perhatian dewan juri.

Pun yang dilakukan Hikmah Syarifah, guru bahasa Nahwu Shorof. Ia melafalkan lanjutan bait puisi dalam bahasa Arab dengan diiringi lagu Indonesia Pusaka yang dibawakan Laili Rahmi, Kepala SMP Muhammadiyah 4 Surabaya, dengan lirih.

Setelah itu Taufiqur Rohman, guru bahasa Indonesia, tidak ketinggalan. Ia menyelesaikan empat bait puisi berjudul Kemerdekaan. Puisi ini merupakan hasil karya artificial inteligence yang sudah dibuat beberapa hari sebelumnya.

Setelah puisi dibawakan Taufiqur Rohman usai, Laili Rahmi menyelesaikan nyanyian Indonesia Pusaka hingga usai.

Amalia Hanifah, Sang guru IPA tak mau ketinggalan. Ia merapalkan puisi yang digubah oleh Bung Tomo ketika peristiwa 10 November di Surabaya. Semangat Amalia Hanifah membara. Ia berhasil membawakan puisi dengan mimik wajah menjiwai. Penonton yang hadir seolah tersihir oleh rapalan puisi yang diucapkannya.

Itulah suasana ketika guru dan karyawan SMP Muhammadiyah 4 Surabaya mengikuti lomba musikalisasi puisi. Kegiatan ini merupakan rangkaian lomba peringatan HUT ke-79 RI yang diselenggarakan Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Wonokromo, Sabtu (3/8). Kegiatan ini terdiri atas lima lomba, yaitu lomba estafet bakiak, lomba makan krupuk, lomba menghias tumpeng, lomba balap kelereng, dan lomba musikalisasi puisi.

Menurut Sekretaris PCM Wonokromo, Salman Alfarisi, kegiatan ini merupakan ajang silaturrahim guru dan karyawan sekolah Muhammadiyah di bawah naungan PCM Wonokoromo. Ia berharap sinergitas guru dan karyawan terjalin dalam kegiatan ini.

“Kegiatan yang dilakukan dengan tujuan menguatkan silaturrahim, membangun sinergitas, sehingga semua lembaga pendidikan di PCM Wonokromo bisa menjadi sekolah yang berdaya saing dan unggul,” katanya.

Di akhir pesannya, ia menyampaikan selamat kepada SMP Muhammadiyah 4 Surabaya yang sukses mempertahankan predikat juara umum. Menurutnya meskipun dua kali berturut-turut juara, tidak boleh menyurutkan semangat guru dan karyawannya untuk menampilkan performa terbaik dalam setiap kegiatan.

Laili Rahmi, Kepala SMP Muhammadiyah 4 Surabaya, menyatakan kegembiraannya. Ia mengapresiasi semangat dan upaya guru dan karyawan yang tah berusaha keras dalam kegaiatan ini.

“Semua guru dan karyawan hadir dalam kegiatan ini. Bahkan ada karyawan yang dalam masa cuti melahirkan juga hadir untuk memberikan semangat. Alhamdulillah rejeki kita pada tahun ini menjadi juara umum kembali,” katanya.

Ia juga berpesan bahwa semangat sinergitas ini harus tetal terjaga. Ia ingin totalitas dalam lomba juga diperlihatkan ketika menyuguhkan pembelajaran yang menyenangkan kepada siswa.

“Nilai etos kerja, semangat, dan totalitas juga harus diperlihatkan dalam kegiatan mengajar sehari-hari. Apalagi kita akan memulai pembangan Muhammadiyah Tahfidz Centre. Perlu kerja keras agar bisa terwujud,” pungkasnya.

Eko Margo, petugas parkir Spempat, merasa bersyukur dapat mempersembahkan gelar juara umum dua kali berturut-turut. Hal itu ia sampaikan merupakan kerja keras semua pihak.

“Semua teman saling dukung. Bahkan ketika tadi saya lomba makan krupuk, semua guru dan karyawan yang tidak ikut lomba, turut memberi dukungan. Tensi darah saya naik menjadi tidak berasa,” ucapnya.

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *