Sepuluh Guru Spempat Jadi Fasilitator Learning Management System

Pembelajaran haruslah mengikuti perkembangan zaman. Teknologi menjadi salah satu pendamping dalam belajar. Itulah yang diusahakan oleh SMP Muhammadiyah 4 Surabaya untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa. Sepuluh guru diterjunkan untuk menjadi fasilitator Learning Management System, Selasa (20/8).

Learning Management System atau peranti yang membantu pembelajaran disediakan oleh platform digital Kelas Pintar. Dalam platform pembelajaran digital ini, sudah ada materi, tugas, penilaian, dan laporan pembelajaran yang terintegrasi.

Dalam kegiatan ini, sepuluh guru yang ditugaskan untuk mendampingi siswa adalah Yeni Charisma Wati, Handa Sonia, Zaenal Maftukhin, Nanik Ratnawati, Amalia Hanifah, Faisal Ardianto, Eka Puspitasari, Nur Asroful Anam, dan Bintari Tri Ambarwati. Sepuluh guru yang memfasilitasi siswa berlatih menggunakan platform digital itu, sebelumnya sudah memperoleh pembekalan terlebih dahulu.

Laili Rahmi, Kepala SMP Muhammadiyah 4 Surabaya, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu wujud pelayanan sekolah. Dengan aplikasi pembelajaran digital, lanjutnya, diharapkan siswa belajar tidak hanya terbatas pada kelas saja.

“Selain itu kami juga akan melakukan pembelajaran TPACK di kelas yang mengintegrasikan teknologi dan pedagogik dalam pengembangan konten pendidikan,” jelasnya.

Masih menurut Laili, dengan adanya platform digital dalam pembelajaran, diharapkan ada nilai tambah dalam proses pembelajaran dengan teknologi di kelas yang berpusat pada siswa.

Salah satu fasilitator guru, Zaenal Maftukhin, mengatakan bahwa dalam membimbing siswa menggunakan platform digital awalnya belum terbiasa namun seiring berjalannya waktu, siswa mulai memahami langkah-langkahnya.

“Di awal memang banyak yang bingung. Mereka kebingungan di mana memasukkan akun dan passwordnya. Alhamdulillah siswa tidak terkendala,”ujarnya

Selain itu, lanjutnya, platform digital ini sudah terintegrasi dengan capaian pembelajaran dan alur tujuan pembelajaran yang sudah disesuaikan.

“Asesmen yang ada beserta materinya juga sudah sesuai dengan CP dan ATP terbaru. Guru tinggal menyesuaikan dengan pembelajaran riil di kelas,” tambahnya.

Beberapa siswa merasa kehadiran aplikasi baru dalam pembelajaran ini sebagai sebuah tantangan. Mereka tertantang untuk mempelajari berbagai hal dalam aplikasi yang disediakan.

Hiroyuki Ekira, siswa kelas 8C, merasakan hal yang sama. Meskipun di awal ia merasakan bingung, ternyata setelah dijelaskan tidak sesulit yang dibayangkan.

“Tadi dijelaskan beberapa poin dalam belajar. Ada ulangan atau ujian, materi berupa video, sama materi bacaan. Kita tinggal membaca dan menyimak,” tandasnya.

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *