Murid Meramu Jamu Kewanitaan Dalam Kegiatan Keputrian

Noda-noda kuning membekas di tangan siswi SMP Muhammadiyah 4 (Spempat) Surabaya. Mereka baru saja selesai mengupas kunyit. Selain itu, mereka menyiapkan bahan bersama tanaman-tanaman akar rimpang lainnya, buah, kayu, dan daun untuk menambah cita rasa. Begitulah suasana saat pembelajaran keputrian dilakukan, Jumat (6/9).

Dalam kegiatan ini, siswa dibagi dalam 6 kelompok. Masing-masing kelompok membuat jamu yang diracik untuk bisa dikonsumsi berbagai kalangan.

“Ternyata dari bahan alami, bisa digunakan sebagai obat. Saya baru tahu kalau bikinnya seperti ini. Biasanya orang tua beli sudah dalam bentuk instan,” ujar Audrey Rizkyandra, siswa kelas 7.

Handa Sonia, guru keputrian Spempat, mengatakan bahwa jamu merupakan bagian dari budaya Indonesia. Indonesia telah mendaftarkannya dalam Daftar Warisan Budaya Takbenda Unesco. Jamu menjadi obat herbal yang menjadi cerminan budaya Indonesia.

“Saat ini minuman kuno semakin digandrungi di kafe kekinian hingga mall. Jamu bisa menjadi pengobatan sekaligus lahan usaha,” ujarnya.

Masih menurut Handa, kunyit asam dan beras kencur adalah dua jamu yang populer di masyarakat. Dalam kegiatan ini, siswa diajak untuk memanfaatkan bahan alami lainnya yang juga bermanfaat bagi kesehatan.

“Siswi kelas VII menampilkan keragaman menu jamu dalam 6 variasi. Menu seperti jamu anti-insecure berisi olahan wortel, nanas, dan kunyit atau olahan jeruk mandarin, yogurt, dan kunyit mewarnai variasi jamu yang berkhasiat untuk organ kewanitaan.” tambahnya.

Olahan yang tak kalah manfaatnya yaitu campuran jahe, secang, kayu secang, dan madu untuk pereda demam. Selain itu, olahan kayu manis, cengkeh, kapulaga, madu, jahe, dan lengkuas patut untuk dicoba.

Jika bosan dengan sajian hangat, jamu bisa dikreasikan dengan sajian dingin. Olahan jahe, kunyit, sereh, lengkuas, dan jeruk nipis bisa menyegarkan organ pencernaan.

“Awalnya saya merasa jamu itu bikin huek huek. Ternyata jamu bisa modern, seperti dblender jadi jus yang segar dan sedap baunya,” ungkap Shofie Anantara, murid kelas VI

Nah, siapa bilang minum jamu membuat mual? Yuk, coba jamu yang telah dipraktikkan oleh murid perempuan kelas VII Spempat ya! Asli segarnya, rasakan manfaatnya.

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *