Mengungkap Rahasia Telur Asin Aneka Rasa di Kampung Bebek

Kegiatan pembelajaran tidak harus selalu di dalam kelas, belajar dapat juga dilakukan di luar kelas. Seperti yang dilakukan 75 siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 4 Surabaya, Senin (21/10). Siswa sekolah dengan motto berprestasi dan religius ini berkunjung ke Kampung Bebek, Desa Kebonsari, Candi, Sidoarjo. Sebelum berangkat ke kampung bebek, siswa kelas VIII berkumpul di lapangan sekolah untuk mendapatkan arahan dari wali kelas.

“Siapa yang pernah makan telur asin?” tanya Amalia Hanifah, Wali Kelas VIIIA.
“Saya,” jawab serentak siswa kelas VIII

“Siapa yang tahu cara membuat telur menjadi asin?” tanyanya kembali. “Anak-anak, hari ini kalian akan belajar di luar sekolah membuat telur asin. Kegiatan ini akan menjadi pengalaman yang berharga buat kalian. Ikuti pembelajaran di sana dengan baik, dengarkan ustadz dan ustadzah kalian,” jelasnya.

“Siap belajar membuat telur asin?” tanyanya kembali. “Siap,” jawab siswa dengan serempak.

Implementasi Kearifan Lokal

Amalia mengatakan, kegiatan outing class ini merupakan implementasi dari kurikulum merdeka yang bertema Kearifan Lokal dengan topik “Telur Asin Makanan Sehat”.

Setelah mendapatkan arahan dari wali kelas, kemudian anak berbaris dan berangkat menuju kendaraan masing – masing dengan tertib. Perjalanan ke Kampung Bebek Kebonsari Candi ditempuh dalam 60 menit dan setibanya di lokasi siswa disambut langsung oleh Sulaiman, salah seorang produsen telur asin di Kampung Bebek.

Dalam kegiatan outing class ini, para siswa diperkenalkan cara merawat bebek terlebih dahulu. “Cara merawat bebek itu mudah. Bebek diberi makanan berupa kupang dan udang. Dan yang penting kandang harus dibersihkan secara rutin,” jelasnya.

Dia lalu menerangkan, manfaat apa saja yang bisa diperoleh dari hewan bebek. Salah satunya adalah telurnya yang bisa diolah menjadi telur asin aneka rasa. Siswa juga diajarkan proses pembuatan telur asin secara langsung.

Rahasia Telur Asin Aneka Rasa

Telur-telur bebek ini, kata Sulaiman, bisa diolah menjadi telur asin dengan berbagai rasa atau varian. Ada empat varian rasa yaitu rasa original, udang, ikan salmon, dan kepiting. Cara mengolahnya pun sama seperti  membuat telur asin pada umumnya, telur-telur bebek tersebut direndam dengan remukan batu bata yang sudah tercampur garam.

Untuk mendapatkan rasa yang berbeda tadi, ketika dimasak ada yang direbus, oven, asap, dan goreng. “Kalau ingin rasa kepiting, telur diasap menggunakan arang batok kelapa selama 12 jam. Kalau rasa udang, telur dioven selama enam jam, dan apabila ingin rasa ikan salmon, cukup digoreng selama 7 jam,” tutur Sulaiman.

Setelah menjelaskan proses pembuatan telur asin dengan berbagai rasa, siswa diajak berkeliling peternakan bebek dan melihat langsung proses pengasinan telur dan empat cara memasaknya. Setelah melihat prosesnya, siswa mempraktikkan cara mengasinkan telur bebek dengan memasukkan telur ke dalam adonan bubuk batu bata halus, garam, dan air. Mereka mempraktikkan satu persatu.

Pembelajaran faktual ini menjadi pengalaman seru dan menyenangkan. Mereka dapat mengenal dan belajar membuat telur asin aneka rasa. Seperti yang disampaikan Nayla Khansa Nadinda. “Ternyata telur asin juga macam-macam rasanya,” ucap Nadinda, sapaa siswa kelas VIII A tersebut.

Hal yang sama juga diungkapkan Evan, sapaan karib siswa kelas VIIIC yang bernama lengkap Evan Nur Firdaus. “Capek Us, tapi seru aku bisa belajar bikin telur asin,” ungkapnya. Usai berkeliling dan praktik membuat telur asin satu per satu, siswa juga melakukan tanya jawab langsung dengan Sulaiman.

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *