Surabaya – Ajang bergengsi Changemakers Award 2024 resmi mengumumkan para pemenangnya pada Sabtu (28/12/2024) di aula Graha Wiyata BBPMP Jawa Timur. Kegiatan yang berlangsung meriah ini adalah bagian dari acara puncak hari ketiga, dengan agenda utama pengumuman sepuluh sekolah terbaik yang berhasil memukau dewan juri dengan gagasan-gagasan inovatif mereka.
Nani Zulminarni, Direktur Ashoka Asia Tenggara, yang secara langsung mengumumkan hasilnya, menyoroti pentingnya keberlanjutan sebagai salah satu kriteria penilaian.
“Kami mencari gagasan yang dapat diterapkan secara berkelanjutan di sekolah. Semua ide yang masuk sebenarnya luar biasa, tapi harus ada seleksi untuk menemukan yang paling memenuhi kriteria,” jelasnya.
Ia juga berharap program-program yang diusulkan peserta dapat terus dikembangkan, meski tidak semua sekolah masuk ke dalam daftar Top Ten.
“Yang penting adalah semangat untuk terus membawa perubahan, baik di sekolah maupun lingkungan sekitar,” tambahnya.
Di antara sepuluh besar yang diumumkan, SMP Muhammadiyah 4 Surabaya berhasil mencuri perhatian lewat gagasan kreatif mereka yang dinamai ANAK ABAH (Anak Akar Perubahan). Program ini bertujuan memberantas bullying di sekolah melalui pendekatan yang melibatkan siswa, guru, dan orang tua secara aktif.
Vanessa dan Afiqah, dua siswa yang menjadi delegasi utama, mengaku sangat bersyukur bisa membawa nama sekolah mereka ke ajang ini.
“Jujur, kami tidak menyangka ide ANAK ABAH bisa diapresiasi sampai sejauh ini,” ujar Afiqah penuh semangat.

Vanessa, rekannya, juga berbagi cerita tentang tantangan yang mereka hadapi.
“Saat presentasi di depan juri, ada masukan soal kalibrasi hasil yang kami sampaikan. Untungnya, kami bisa menjelaskan dengan baik, dan itu menjadi pembelajaran besar bagi kami,” katanya.
Sebagai salah satu dari Top Ten, Vanessa dan Afiqah tidak hanya membawa pulang sertifikat penghargaan dan plakat, tetapi juga uang pembinaan senilai Rp1,5 juta. Mereka berharap penghargaan ini bisa menjadi langkah awal untuk membuat program ANAK ABAH benar-benar diterapkan di sekolah mereka.
“Ini bukan hanya soal menang atau kalah, tapi soal bagaimana kita bisa membuat sekolah menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua siswa,” tegas Afiqah.

Acara ini menjadi bukti bahwa gagasan anak muda bisa membawa perubahan besar jika diberi ruang untuk berkembang. Dengan semangat seperti Vanessa dan Afiqah, bukan tidak mungkin inovasi-inovasi lain akan terus lahir dari generasi muda Indonesia.