Tari Remo dan Parade Seni Sambut Kedatangan Mahasiswa China dan Vietnam

Suasana semarak tampak di halaman SMP Muhammadiyah 4 Surabaya pagi ini. Dua mahasiswa asing, Wu Ying Ying dari China dan Vo Thuy An dari Vietnam, tiba untuk mengikuti program pertukaran budaya.

Kegiatan yang merupakan hasil kerja sama sekolah dengan Aiesec in Surabaya ini sudah dimulai di halaman depan sekolah. Kehadiran mereka disambut hangat oleh Laili Rahmi, Kepala SMP Muhammadiyah 4 Surabaya, dengan prosesi penyambutan berupa pengalungan bunga.

Tak lama setelahnya, alunan musik pengiring tari remo mulai terdengar. Tari remo yang merupakan tarian khas Surabaya ditampilkan oleh Nayla Khansa Laksmi Nadinda dan Audy Anjani, dua siswa kelas 8 yang tergabung dalam ekstrakurikuler tari tradisional. Penampilan mereka yang energik dan penuh semangat memukau para tamu, termasuk Wu Ying Ying dan Vo Thuy An yang terlihat antusias mengabadikan momen tersebut melalui gadget mereka.

This is an amazing dance. The movements transmit enthusiasm to anyone who sees it,” puji Vo Thuy An, mengungkapkan kekagumannya terhadap tarian tradisional Indonesia yang baru pertama kali ia saksikan.

Dalam sambutannya, Laili Rahmi menjelaskan bahwa program pertukaran budaya ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris siswa. Ia mendorong siswa agar lebih percaya diri dalam berbicara dengan penutur asing.

“Ayo, kalian harus percaya diri. Tunjukkan kemampuan kalian dalam berbicara menggunakan bahasa Inggris. Kami yakin kalian bisa,” ujar Laili, memberi semangat kepada para siswa.

Parade Seni Meriahkan Acara

Setelah sambutan kepala sekolah, acara dilanjutkan dengan parade seni yang melibatkan berbagai penampilan siswa. Dimulai dengan pertunjukan tari kecak yang menggambarkan kisah epik Ramayana. Tarian ini dibawakan oleh siswa kelas 9A dalam formasi lingkaran, memperlihatkan pertempuran antara Hanoman dan pasukan Rahwana untuk menyelamatkan Dewi Sinta. Penampilan tersebut mengundang tepuk tangan meriah dari para penonton.

Jihan Aisyah Dania dan Naira Fella, dua siswa berbakat lainnya, juga turut memeriahkan acara dengan membawakan lagu “Love Story” yang dipopulerkan oleh Taylor Swift. Suara merdu mereka mengundang decak kagum dari semua yang hadir.

Tidak ketinggalan, tim Hizbul Wathan (HW) menampilkan atraksi semaphore yang memadukan gerakan tari modern dengan elemen akrobatik. Aksi mereka yang memacu adrenalin menjadi salah satu daya tarik utama dalam acara ini.

Wu Ying Ying juga memberikan apresiasi pada parade seni siswa ini. Menurutnya, kesenian ini merupakan wujud generasi muda mencintai budayanya.

I am impressed by this cultural display,” ujarnya

Koordinator acara, Nanik Ratnawati, mengaku puas dengan antusiasme dan kerja keras para siswa dalam menyukseskan acara ini.

“Saya sangat mengapresiasi usaha semua siswa. Tidak hanya mereka yang tampil di atas panggung, tetapi juga semua siswa yang mendukung acara ini dengan semangat tinggi,” ungkap Nanik.

Program penyambutan ini menjadi bukti nyata komitmen SMP Muhammadiyah 4 Surabaya dalam melestarikan budaya tradisional sekaligus mempersiapkan siswa untuk bersaing secara global. Kehadiran Wu Ying Ying dan Vo Thuy An memberikan pengalaman berharga bagi siswa untuk mempraktikkan kemampuan bahasa Inggris mereka secara langsung.

Dengan suksesnya acara ini, SMP Muhammadiyah 4 Surabaya berharap dapat terus mengembangkan program-program kreatif yang mengedepankan nilai budaya dan keterampilan global.

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *