SMP Muhammadiyah 4 Surabaya menggelar pawai tarhib Ramadan 1446 Hijriyah pada Jumat (21/2). Kegiatan tahunan ini digelar untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan sekaligus sebagai bentuk syiar keagamaan. Tidak hanya sekadar pawai, acara ini juga diisi dengan berbagai kegiatan positif yang melibatkan siswa, guru, dan karyawan.
Zaenal Maftukhin, Wakil Kepala Sekolah Bidang Ismuba, menjelaskan bahwa pawai ini tidak hanya bertujuan untuk menyebarkan semangat Ramadan, tetapi juga mengajak peserta peduli terhadap kebersihan lingkungan.
“Selain membagikan jadwal imsakiyah dari PP Muhammadiyah, siswa juga membentangkan poster berisi imbauan dan pengingat tentang bulan Ramadan,” ujarnya.
Selain itu, para peserta pawai membawa kantong plastik putih untuk memungut sampah sepanjang rute yang dilalui.
“Ini simbol membersihkan diri, hati, dan lingkungan sekitar menyambut bulan suci,” tambah Zaenal.
Siswa dan Guru Bersama-sama Peduli Lingkungan

Kegiatan pawai dimulai dari lapangan kompleks pendidikan Muhammadiyah Gadung. Rute yang dilalui meliputi Jalan Gadung, Jetis Wetan, dan kembali ke sekolah. Selama perjalanan, siswa, guru, dan karyawan secara aktif memungut sampah yang ditemui. Zhaahir Rizky Danaswara, siswa kelas 8, mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi momen berharga baginya untuk berkontribusi bagi lingkungan.
“Ternyata di sekitar sekolah masih banyak sampah. Ini salah satu usaha kami untuk membersihkannya,” ujar Zhaahir.
Kegiatan ini tidak hanya menumbuhkan kesadaran akan kebersihan lingkungan, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai kepedulian dan kebersamaan.
“Tidak hanya siswa, guru dan karyawan juga turut serta. Ini menunjukkan bahwa menjaga kebersihan adalah tanggung jawab bersama,” kata Zaenal.
Pawai Tarhib Ramadan Jadi Ajang Edukasi dan Syiar

Selain kegiatan kebersihan, pawai ini juga menjadi ajang edukasi bagi siswa dan masyarakat sekitar. Pembagian jadwal imsakiyah dan poster bertema Ramadan menjadi sarana untuk menyebarkan informasi tentang pentingnya menyambut bulan suci dengan persiapan fisik dan spiritual.
“Kami ingin siswa tidak hanya memahami makna Ramadan secara ritual, tetapi juga melalui tindakan nyata seperti menjaga kebersihan,” jelas Zaenal.
Dengan menggabungkan unsur syiar, edukasi, dan aksi nyata, SMP Muhammadiyah 4 Surabaya berhasil menciptakan kegiatan yang bermakna dan inspiratif. Pawai tarhib Ramadan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam menyambut bulan suci dengan cara yang kreatif dan bermanfaat bagi masyarakat.