Dalam rangka mengaplikasikan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), siswa kelas 7 SMP Muhammadiyah 4 Surabaya berhasil membuat diorama ekosistem air dengan memanfaatkan barang-barang bekas dan material alami dari lingkungan sekitar, Senin (28/4). Proyek ini tidak hanya menumbuhkan kreativitas, tetapi juga memperdalam pemahaman siswa terhadap konsep ekologi dan keanekaragaman hayati.
Bintari Tri Ambarwati, guru IPA yang membimbing kegiatan ini, mengungkapkan bahwa pembuatan diorama bertujuan untuk mengaplikasikan materi ekologi yang telah diajarkan di kelas.
“Siswa jadi mengetahui apa saja interaksi antara komponen penyusun suatu ekosistem,” ujarnya.
Menurutnya, melalui praktik ini, siswa bisa mengenali faktor abiotik seperti pasir, air, dan batu, serta faktor biotik seperti ikan dan tanaman air.

Diorama dibuat dengan berbagai bahan bekas, mulai dari galon air mineral, botol plastik, hingga kaleng bekas. Selain itu, siswa juga mengumpulkan pasir dari kolam dan bebatuan kecil untuk memperkaya tampilan diorama. Hal ini membuktikan bahwa pembelajaran tidak selalu membutuhkan alat baru dan mahal; dengan kreativitas, barang bekas pun bisa disulap menjadi media pembelajaran yang menarik.
Di akhir pembelajaran, Bintari menambahkan bahwa hasil karya siswa ini bisa dijadikan hiasan.
“Jika dikemas dengan baik, diorama ini bisa menjadi dekorasi yang mempercantik ruangan,” pungkasnya.
Zainuddin Ihsan, siswa kelas 7B, mengaku antusias mengikuti proyek ini. Ia merasa bangga atas kerja kerasnya menyiapkan segala perlengkapan untuk diorama.
“Sempat lupa bawa ikan, akhirnya tadi minta izin membeli ikan saat istirahat. Seru dan menyenangkan kegiatan belajar kali ini,” katanya sambil tersenyum.
Tak hanya itu, Ihsan juga mengungkapkan bahwa pembuatan diorama ini menjadi ajang unjuk kreativitas bagi seluruh teman-temannya.
“Macem-macem tempatnya. Yang paling besar ya punya saya, dari galon bekas,” tambahnya dengan penuh semangat.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa belajar IPA bisa sangat menyenangkan bila dikemas dengan metode praktik langsung dan kreatif. Melalui diorama ekosistem air ini, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam bentuk nyata.