Hari Pendidikan Nasional: Perpustakaan Keliling dan Donasi Buku Siswa

Surabaya – Pemandangan tak biasa menyambut Hari Pendidikan Nasional di SMP Muhammadiyah 4 Surabaya. Bukan sekadar upacara seremonial, melainkan kedatangan sebuah “mobil ajaib” berwarna biru muda yang langsung menyihir perhatian ratusan pasang mata siswa, Jumat (2/5).

Mobil itu tak lain adalah perpustakaan keliling dari Perpustakaan Kota Surabaya, membawa bersamanya ribuan kisah dan petualangan yang selama ini mungkin tersembunyi dari pandangan mereka. Sebelumnya, perpustakaan sekolah memang ada. Namun, bagi sebagian siswa, deretan buku di rak terasa familiar namun kurang menggugah. Gadget dengan segala hiburan instannya seringkali menjadi pilihan utama mengisi waktu luang. Namun, hari itu segalanya berubah.

“Awalnya saya cuma iseng lihat, mobilnya kok ramai sekali. Tapi begitu masuk, wah! Bukunya banyak sekali, beda dengan di perpustakaan sekolah. Ada komik, novel fantasi yang sudah lama saya cari, sampai buku-buku tentang luar angkasa yang bikin penasaran,” ungkap Sendy Sendyaga, siswa kelas 8.

Sandy bukan satu-satunya yang terkejut. Ratusan siswa lainnya juga tampak antusias menjelajahi rak-rak buku di dalam mobil. Dengan mengenakan baju batik, tawa riang terdengar saat mereka menemukan judul-judul menarik, saling merekomendasikan, dan bahkan berdiskusi singkat tentang sinopsis buku yang baru mereka pegang.

Eka Puspitasari, sang inisiator kedatangan perpustakaan keliling, tersenyum haru melihat pemandangan ini.

“Kami prihatin dengan kurangnya minat baca siswa. Mereka lebih sering dengan gadget. Kami ingin menunjukkan bahwa buku itu seru dan bisa jadi teman yang asyik,” ujarnya.

Bukan hanya sekadar meminjam, interaksi siswa dengan buku di perpustakaan keliling tampak lebih personal. Mereka duduk di depan ruang guru, di koridor sekolah, bahkan bergerombol di teras masjid, tenggelam dalam halaman-halaman buku yang baru mereka temukan. Suasana yang kontras dengan keheningan perpustakaan sekolah yang terkadang terasa intim namun kurang hidup.

“Saya jadi penasaran sama banyak buku,” celetuk Ziyad Alfarros, siswi kelas VIII, sambil memegang sebuah novel dengan sampul warna-warni.

“Ternyata buku itu tidak membosankan kalau kita menemukan yang tepat,” tambahnya.

Lebih dari sekadar meminjam buku, kedatangan perpustakaan keliling ini seolah membuka jendela baru bagi para siswa. Mereka menyadari bahwa dunia di luar layar gadget juga menyimpan petualangan dan pengetahuan yang tak kalah menarik. Buku, yang selama ini mungkin hanya dianggap sebagai bagian dari tugas sekolah, kini menjelma menjadi sumber kesenangan dan penemuan baru.

Kepala SMP Muhammadiyah 4 Surabaya, Laili Rahmi, berharap antusiasme ini tidak hanya berhenti hari ini.

“Kami berencana untuk menghadirkan perpustakaan keliling secara rutin. Pengalaman hari ini membuktikan bahwa akses yang mudah dan pilihan buku yang beragam bisa mengubah perspektif siswa terhadap membaca,” pungkasnya.

Di Hari Pendidikan Nasional ini, SMP Muhammadiyah 4 Surabaya tidak hanya merayakan pentingnya ilmu, tetapi juga berhasil menyentuh hati para siswanya dan menumbuhkan kembali cinta mereka pada dunia literasi melalui sebuah “mobil ajaib” yang membawa segudang inspirasi. Antusiasme yang terpancar dari mata para siswa hari ini adalah harapan baru bagi masa depan literasi di sekolah ini.

Lebih dari Sekadar Membaca: Semangat Berbagi Buku Juga Membara

Semangat Hari Pendidikan Nasional di SMP Muhammadiyah 4 Surabaya tidak hanya diwarnai oleh antusiasme terhadap buku-buku baru dari perpustakaan keliling. Sebuah inisiatif mulia juga muncul dari para siswa sendiri: donasi buku. Setiap siswa dihimbau untuk membawa satu buku bacaan layak dari rumah, atau jika tidak ada, membawa satu buku tulis.

Aksi ini disambut dengan sukacita oleh para siswa. Mereka dengan bangga menyerahkan buku-buku kesayangan mereka, berharap buku tersebut dapat memberikan manfaat bagi orang lain. Bagi yang membawa buku tulis, mereka menyadari bahwa sumbangan sederhana ini akan sangat berarti bagi teman-teman di panti asuhan yang membutuhkan alat tulis untuk belajar.

“Saya bawa novel kesukaan saya,” ujar Arya, siswa kelas IX. “Saya sudah selesai membacanya, dan saya yakin teman-teman di luar sana pasti akan suka juga.”

Inisiatif donasi buku ini semakin memperkaya makna Hari Pendidikan Nasional di sekolah ini. Bukan hanya tentang mendapatkan ilmu, tetapi juga tentang berbagi dan peduli terhadap sesama.

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *