Air Mata Bahagia di Wisuda Tahfidz SMP Muhammadiyah 4

Surabaya, 24 Mei 2025 – Sebanyak 106 siswa SMP Muhammadiyah 4 Surabaya mengikuti Wisuda Tahfidz yang diselenggarakan di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Timur. Acara ini menjadi momen puncak dari proses pembelajaran Al-Qur’an yang berlangsung selama tiga tahun. Selain penyerahan sertifikat tahfidz, prosesi juga diisi dengan penghargaan untuk para wisudawan terbaik dari berbagai kategori.

Dalam kategori bin nadhor terbaik, prestasi diraih oleh Fiorenza Noura, Muhammad Naufal Nur Azzaini, dan Arfa Zein Amrullah. Adapun predikat bil hifdhi terbaik disematkan kepada Atikah Abdullah, Kayla Ainurrizqia, dan Muhammad Rizqi Hamdani. Sementara itu, Erdi Hamam Abdillah mendapat penghargaan sebagai wisudawan dengan hafalan terbanyak.

Kategori tarjim terbaik diberikan kepada Syawalia Zahra Afiqa. Dalam kesan singkatnya, ia menyampaikan rasa haru dan syukur.

“Saya bangga bisa mengukirkan nama sebagai wisudawan tarjim terbaik. Ini saya persembahkan untuk orang tua yang tak pernah berhenti mendukung dan mendoakan saya,” ucap Syawalia dengan mata berkaca-kaca.

Erdi Hamam Abdillah juga menyampaikan tekadnya untuk terus memperdalam hafalan.

“Ini bukan akhir, justru awal untuk saya lebih serius menuntaskan hafalan. Saya ingin terus melanjutkan hingga khatam 30 juz.”

Kepala sekolah, Laili Rahmi, menyampaikan bahwa seluruh program tahfidz, tartil, dan tarjim akan terus ditingkatkan. Ia juga menyampaikan rencana pembangunan Rumah Tahfidz yang kini memasuki minggu ketiga dan ditargetkan rampung dalam lima hingga enam bulan ke depan.

Momen Sungkeman: Tangis Haru Penuhi Ruang Wisuda

Puncak acara wisuda ditandai dengan momen sungkeman para siswa kepada orang tua mereka. Setelah menerima sertifikat dan penghargaan, para wisudawan turun dari panggung dan menghampiri kedua orang tua. Dengan penuh khidmat, mereka bersimpuh, mencium tangan, dan memeluk sosok yang telah membersamai perjuangan mereka selama ini.

Tangis haru pecah di seluruh ruangan. Banyak orang tua yang tak mampu menahan air mata saat anak-anak mereka mengucapkan terima kasih secara langsung. Sungkeman menjadi simbol nyata dari keberhasilan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan adab.

“Momen ini luar biasa. Kami ingin anak-anak tidak hanya hebat dalam hafalan, tapi juga berakhlak dan tahu bagaimana menghormati orang tua,” ungkap Laili Rahmi.

Bagi banyak wali murid, momen ini adalah titik balik dari doa dan perjuangan mereka.

“Selama ini saya hanya bisa mendoakan dari jauh, dan hari ini anak saya sungkem sambil membawa prestasi. Saya sangat bersyukur,” tutur orang tua dari Muhammad Rizqi Hamdani berkaca-kaca.

Sungkeman menjadi penutup manis dalam wisuda tahfidz ini. Bukan sekadar seremoni, namun pengingat bahwa ilmu Al-Qur’an harus dibarengi dengan akhlak mulia dan rasa syukur kepada orang tua.

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *