Sebagai bentuk penguatan komitmen terhadap tujuan pendidikan yang berorientasi pada prestasi dan penguatan karakter religius, SMP Muhammadiyah 4 Surabaya mengadakan kegiatan temu guru tartil dan guru ekstrakurikuler pada Rabu (20/8).
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturrahim, tetapi juga forum penyamaan persepsi terkait arah serta tujuan program sekolah, khususnya dalam bidang tahfidz, tartil, dan kegiatan kesiswaan melalui ekstrakurikuler.
Kepala SMP Muhammadiyah 4 Surabaya, Laili Rahmi, dalam sambutannya menjelaskan bahwa sekolah senantiasa berupaya untuk menghadirkan suasana pendidikan yang berlandaskan disiplin dan nilai-nilai keislaman. Menurutnya, guru tartil dan guru ekstrakurikuler memiliki peran krusial sebagai garda terdepan dalam mengarahkan siswa agar mampu mengembangkan potensi diri sekaligus menumbuhkan karakter religius.
“Guru tartil dan ekstrakurikuler ini juga merupakan ujung tombak pendidikan sekolah kepada siswa untuk meraih tujuannya,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya kesadaran mengenai budaya disiplin dalam setiap pelaksanaan kegiatan, baik di pagi maupun sore hari. Budaya disiplin selama ini sudah diterapkan oleh seluruh guru dan karyawan, sehingga menjadi bagian dari identitas positif sekolah.
Oleh karena itu, pihak sekolah berharap agar disiplin tersebut dapat dijadikan teladan oleh para guru tartil dan ekstrakurikuler dalam setiap kegiatan yang mereka lakukan.
“Harapan kami kegiatan dapat dilaksanakan secara ontime serta juga ikut memantau kemajuan prestasi siswa,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Laili Rahmi juga menyampaikan bahwa sekolah membuka ruang kolaborasi yang luas untuk semua guru. Ia mengajak para guru tartil dan ekstrakurikuler agar tidak ragu menyampaikan masukan dan saran terkait pembinaan pendidikan siswa.
Menurutnya, masukan dari guru lapangan sangat penting sebagai bahan evaluasi program sekolah. Sebagai bentuk fasilitasi, ia mengingatkan bahwa sekolah telah menyediakan form online untuk memudahkan penyampaian saran.
“Kami siap menampung masukan tentang anak-anak kami di sekolah. Bisa panjenengan sampaikan melalui form online yang sudah disampaikan,” tutupnya.
Sementara itu, Khudori, salah satu pengajar tartil, menyambut positif inisiatif sekolah mengadakan temu guru. Ia menyampaikan apresiasinya atas perhatian sekolah terhadap program pembelajaran Alquran yang telah berjalan dengan baik. Menurutnya, dengan adanya dukungan dari sekolah dan sinergi yang baik antar guru, berbagai tantangan dalam pelaksanaan kegiatan dapat diselesaikan bersama.
“Alhamdulillah di sini kita diberi waktu banyak, setiap hari ada pengajaran Alquran. Jika ada masalah, nanti kita akan cari solusi bersama,” ujarnya.
Khudori juga menambahkan bahwa pelaksanaan tartil pada sore hari membutuhkan koordinasi dengan guru ekstrakurikuler, agar tidak terjadi tumpang tindih jadwal. Ia berharap komunikasi yang terjalin melalui kegiatan ini dapat semakin memperkuat kerja sama demi kemajuan pendidikan siswa.
”Siswa akan kami arahkan murojaah dulu kemudian bisa ikut ekstrakurikuler. Insya Allah akan kami dahulukan murojaahnya agar sama-sama bisa berjalan berdampingan,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, SMP Muhammadiyah 4 Surabaya berharap terbentuk sinergi antar seluruh pendidik, sehingga tujuan menjadikan siswa berprestasi dan religius dapat terwujud secara optimal.