Elvina terlihat bersemangat menuliskan sesuatu di secarik kertas berwarna hijau stabilo. Tulisan itu memuat harapan dan cita-citanya kepada bangsa ini. Pun tersemat doa kepada Buya Syafii Maarif yang baru saja wafat. Dalam tulisan beberapa paragraf itu, ia bersama teman-temannya mencoba merefleksikan hari lahir Pancasila sekaligus mengenang wafatnya Buya Syafii Maarif. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan siswa kelas 7 dan kelas 8, Selasa (31/5)
Kegiatan Hari lahir Pancasila setiap 1 Juni ini ditetapkan melalui Keppres nomor 24/2016. Namun hingga saat ini, peringatan hari lahir Pancasila masih menimbulkan polemik di masyarakat. Terlepas dari polemik yang ada di tengah masyarakat. SMP Muhammadiyah 4 Surabaya memperingatinya dengan sudut pandang berbeda. Sekolah berbasis pesantren ini justru ingin mengenalkan kepada warga sekolahnya tentang pohon Pancasila. Tumbuhan yang berwujud pohon sukun dan sering dikunjungi Soekarno saat diasingkan Belanda di Pulau Ende pada tahun 1934. Konon di bawah pohon sukun ini, Soekarno menemukan istilah Pancasila. Istilah itu terinspirasi dari bentuk daun pohon yang bernama latin Artocarpus Altilis ini.
Atas dasar itulah, pada peringatan Hari Lahir Pancasila 2022, SMP Muhammadiyah 4 Surabaya secara simbolik menanam dua pohon sukun berukuran 2 meter di halaman sekolah. Penanaman ini dilakukan oleh siswa dibantu oleh beberapa guru yang terlibat pada kegiatan. Kedua pohon pancasila itu didedikasikan untuk dua tokoh nasional, yakni Soekarno dan Buya Syafii Maarif. Soekarno sebagai pencetus ide Pancasila sedangkan Buya Syafii Maarif dikenal sebagai tokoh Pancasilais yang berkhidmat di Muhammadiyah. Setelah ditanam di halaman sekolah, kedua pohon Pancasila itu disandarkan pada dua lukisan bergambar Soekarno dan Buya Syafii Maarif. Tentunya, lukisan kedua tokoh nasional itu juga dilukis oleh siswa SMP Muhammadiyah 4 Surabaya.
Gita Indah Lestari, siswa kelas 8, menyebutkan bahwa pada peringatan Pancasila ini para pemuda harus tetap berusaha mengharumkan nama bangsa. Selain itu, kemajuan sebuah bangsa ada pada kemampuan pemudanya dalam menghadapi segala masalah yang dihadapi.
“Semoga Indonesia menjadi negara yang maju dan modern berkat pemudanya,” Tambah Gita Indah Lestari