Terlihat bingung. Itulah yang dirasakan Marchell Ananias beserta kelompoknya ketika mendirikan tenda pada kegiatan Kemah Hizbul Wathan SMP Muhammadiyah 4 Surabaya ini. Wajah mereka gugup ketika melilitkan tali yang memadukan tongkat dan tenda. Tidak jarang pula salah simpul juga mereka alami. Ditambah lagi, suasana mendung yang menghiasi bumi perkemahan Sumberboto Jombang turut menjadikan mereka tergesa-gesa salam pembuatan simpul.
“Meski sudah diajari, kalau praktik langsung begini pasti lupa” ujar Marchell sambil tersenyum.
Itulah suasana perkemahan Hizbul Wathan yang diselenggarakan sekolah berbasis pesantren ini di Bumi Perkemahan Sumberboto Jombang (Jumat – Ahad, 21 – 23 Oktober 2022)
Ketika kelompok mengalami kebingungan dan gugup, kelompok Bina Karya Mandiri (BKM) yang terdiri atas kumpulan siswa kelas 9 dengan sigap membantu siswa kelas 8 yang kebingungan dalam mendirikan tenda ini. Pada kegiatan yang diikuti 110 siswa kelas 8 ini, BKM mempunyai fungsi sebagai fasilitator dan pembantu kegiatan.
“Biasanya siswa kelas 8 itu masih kebingungan dalam membuat simpul pangkal waktu mendirikan tenda. Alhamdulillah tadi bisa kami bantu,” ujar Nasywa Ikhtiaranisa, peserta BKM
Menurut Nasywa Ikhtiaranisa, siswa kelas 8 sebenarnya sudah diajarkan simpul pangkal ketika berlatih di sekolah tapi keadaan di lapangan berbeda lagi.
“Biasanya gugup campur tergesa-gesa jadinya mereka tidak fokus,” tambah Nasywa Ikhtiaranisa
Laili Rahmi, Kepala SMP Muhammadiyah 4 Surabaya, mengapresiasi kegigihan dan kemandirian siswa yang akan berlangsung tiga hari ini.
“Meskipun baru pembukaan dan pendirian tenda, kegigihan dan kerja keras siswa kelas 8 ini patut kita apresiasi. Mereka bekerja keras, berusaha, dan berkolaborasi antar anggota kelompoknya,” ujar Kepala sekolah asal Dukun Gresik ini
Menurutnya, kegiatan ini juga diharapkan sebagai salah satu pengamalan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila yang sedang digaungkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.
“Semoga pulang dari kemah ini, siswa semakin tangguh, mandiri, kerja keras, dan peduli pada sesamanya,” pungkas kepala sekolah yang juga guru Biologi ini.