Belajar Bersih dan Kecanggihan Teknologi di Pabrik Minuman, Siswa Takjub Melihat Ini

Erol Rafif Zeke, siswa kelas 9A, tampak kagum ketika memasuki bangunan pabrik PT Yakult Indonesia Persada. Di pabrik yang dibangun di atas lahan 5 hektare itu, ia menjumpai bangunan megah nan bersih. Tidak tampak satu helai pun sampah tercecer. Hiasan beserta sejarah pendirian Yakult tertata rapi di sepanjang lorong produksi. Protokol kesehatan juga masih dilakukan, di antaranya wajib memakai masker dan menggunakan hand sanitizer.

Itulah suasana yang tergambar pada outdoor learning activity kelas 9 SMP Muhammadiyah 4 Surabaya, Rabu (15/2/2023).

“Kalau di sekolah, kita masih menemukan sampah berceceran. Di sini sangat bersih. Hal yang bisa kita contoh bersama teman-teman di sekolah,” ujar Erol Rafif Zeke.

Menurut dia, ini merupakan pengalaman pertamanya mengikuti kegiatan kunjungan pabrik.

“Sangat canggih. Robot dan mesin jadi senjata untuk hasilkan Yakult. Teman-teman sampai keheranan,” tambah Erol.

Setelah melakukan kunjungan di area produksi, 71 siswa sekolah berbasis pesantren ini dikumpulkan di public relation room. Di tempat ini, siswa berkesempatan mencicipi 2 botol produk Yakult secara gratis sembari bertanya beberapa hal kepada pemandu tentang proses produksi yang sudah mereka amati.

“Kapan waktu terbaik untuk mengonsumsi Yakult?” tanya Aretha Sakya Purwono kepada petugas pemandu.

“Tidak ada waktu yang spesifik untuk mengonsumsinya alias bisa diminum kapan saja,” jelas Yanuar Arifin, petugas pemandu.

Ketua Panitia Outdoor Learning Activity Zaenal Maftukhin, menerangkan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan siswa. Tujuannya, siswa mendapatkan kesempatan untuk belajar di luar sekolah.

“Sekaligus untuk memberikan wawasan kebinekaan global sesuai Profil Pelajar Pancasila karena Yakult ini merupakan salah satu perusahaan global di Indonesia,” ujar Wakasek Kurikulum ini.

Eka Puspitasari, wali kelas 9B, menyambut antusias program rutin ini. Tidak henti-hentinya ia memberikan semangat kepada siswanya untuk mendokumentasikan segala sesuatu yang dapat dijadikan informasi.

“Supaya anak-anak dapat dengan mudah menyelesaikan poster berkenaan dengan produk ini, mereka harus jeli kumpulkan informasi,” ujar wali kelas yang juga guru IPS.

Di akhir sesi kunjungan, siswa diberikan suvenir dan berkesempatan berfoto bersama. Sambutan dan senyuman diberikan oleh pegawai untuk melepas kepulangan siswa.

“Senang sekali bisa dapat ilmu baru, gratis produk minuman, dan suvenir cantik. Jadi pengen ke sini lagi,” pungkas Reno Willie, siswa kelas 9. 

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *