Ratusan Siswa Unjuk Penampilan Terbaik di Parade Semaphore HW Spempat

Kibaran bendera semaphore berwarna merah kuning menghiasi aula Kompleks Pendidikan Muhammadiyah Gadung. Sebanyak 110 siswa kelas 8 SMP Muhammadiyah 4 Surabaya (Spempat) yang tergabung dalam 12 kelompok secara bergantian mengibarkannya.

Bendera yang identik dengan warna cerah dan kontras ini iringi berbagai gerakan siswa. Itulah kegiatan parade semaphore yang diselenggarakan oleh ekstrakurikuler Hizbul Wathan sekolah berbasis pesantren ini.

Parade semaphore adalah salah satu kegiatan rutin dari ekstrakurikuler Hizbul Wathan yang mengombinasikan aktivitas berbagai gerakan dan formasi barisan. Pada kegiatan ini, kreativitas tiap kelompok diuji. Mereka saling bersaing untuk mendapatkan gelar regu dengan penampilan terbaik.

Amira Aurelia Syaharani, siswa kelas 8A, menyebutkan bahwa ia dan kelompoknya sudah berlatih selama dua pekan untuk menunjukkan penampilan terbaik pada kegiatan ini. Menurutnya, setiap regu harus kompak dan kreatif dalam menyusun formasi. Salah perhitungan sedikit saja, formasi yang ditampilkan pada parade semaphore ini bisa tidak elok dilihat.

“Butuh kecermatan dan ketelitian untuk hadirkan karya parade semaphore yang bagus. Alhamdulillah meskipun tadi sempat gemetar, kelompok kami berhasil lalui tampilan dengan baik,” ujar Amira Aurelia.

Amira menambahkan bahwa sebenarnya tampilan ini dijadwalkan hari Kamis pekan lalu. Namun karena ada kendala teknis, pelaksanaan parade semaphore ini diundur.

“Jadi ada tambahan waktu untuk berlatih formasi dan barisan,” imbuh siswa kelas 8A ini.

Yogi Prasetyo, pembina ekstrakurikuler HW, menerangkan bahwa tujuan diadakan kegiatan ini untuk melatih keberanian siswa dalam menampilkan kreativitasnya. Harapannya, siswa berani tampil di depan publik tanpa merasa canggung.

“Karena HW tidak hanya melatih mandiri, namun juga ajang latihan keberanian,” terang Yogi Prasetyo.

Ia berharap setelah kegiatan ini dilakukan, siswa semakin termotivasi untuk menampilkan bakat yang ia punya sehingga sekolah akan menyemai bakat-bakat hebat yang ada pada diri siswa. Yogi juga berharap dengan adanya kegiatan ini, ekstrakurikuler HW tidak terasa membosankan dan monoton.

“Agar ada variasinya, kami tim pembina HW harus membuat inovasi dalam ekstrakurikuler wajib yang diikuti seluruh siswa kelas 8 ini,” tambah Yogi Prasetyo.

BKM Mengasah Kemampuan Leadership

Selain peserta parade semaphore yang diikuti siswa kelas 8, kegiatan ini juga diikuti 10 siswa kelas 9. Mereka tergabung dalam Bina Karya Mandiri HW atau biasa disebut BKM. Wadah di bawah naungan HW ini adalah tempat bagi pandu penghela dan penuntun untuk memperoleh tanbahan pengetahuan, keterampilan, kecakapan, dan pengalaman dalam hal kepanduan.

Pada kegiatan parade semaphore ini, anggota BKM aktif membantu pembina HW untuk mengondisikan jalannya acara. Mereka membantu peserta parade untuk mempersiapkan segala peralatan dan fasilitas demi suksesnya acara.

Nasywa Ikhtiaranisa, salah satu anggota BKM, menjelaskan bahwa BKM mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk membantu terlaksananya kegiatan parade. Melalui aktivitas membantu terlaksananya kegiatan parade ini, ia berharap mendapatkan pengetahuan dan keterampilan leadership dalam mengorganisasi sebuah acara.

“Kami anggota BKM beserta kakak pembina bekerja keras untuk persiapan acara. Mulai penataan formasi barisan sampai susunan acara, telah kami kondisikan dengan segala yang terbaik,” ujar Nasywa Ikhtiaranisa.

Kegiatan parade semaphore yang diikuti 12 regu kelas 8 itu akhirnya rampung pada pukul 17.00 WIB. Perasaan puas dan lega tergambar dari raut wajah sebagian besar peserta.

“Alhamdulillah, sukses. Terima kasih pula kepada Kakak BKM yang telah membantu persiapan tampilan kami,” ujar Marchell Ananias, siswa kelas 8A.

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *