Nuansa Serbaputih Warnai Munaqosyah Spempat

Nuansa serbaputih dikenakan oleh murid beserta wali murid SMP Muhammadiyah 4 Surabaya (Spempat). Mereka memenuhi undangan sekolah berbasis pesantren ini untuk melaksanakan munaqasyah.

Di Masjid Syuhada, Kompleks Pendidikan Muhammadiyah Gadung, kegiatan itu dihelat. Dengan duduk bersila, mereka menyimak acara demi acara pembukaan munaqasyah, Sabtu (3/2).

Acara dimulai pukul 07.00 dan dibuka dengan lantunan tartil wakil peserta ujian, yaitu Ayu Azza dan Kayla Ainur Rizqia. Mereka membacakan ayat-ayat Al-Quran secara estafet dengan berbagai nada tartil.

Wakil Kepala SMP Muhammadiyah 4 Surabaya, Zaenal Maftukhin, bersyukur dengan bertambahnya jumlah siswa yang mengikuti munaqasyah. Ia mengungkapkan bahwa sekolah selalu berusaha meningkatkan layanan siswa terutama pada bidang hafalan Qur’an, akademik, dan keterampilan.

“Hafalan Qur’an harus diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari tidak hanya menjadi sekadar hafal semata. Mudah-mudahan peserta munaqasyah ini menjadi pemimpin yang berakhlaqul karimah dan berprestasi,” ujar wakil kepala sekolah yang juga guru matematika ini dalam sambutannya.

Yeni Charisma Wati, staf Ismuba, mengatakan bahwa agenda munaqasyah atau ujian ini adalah momentum untuk memacu semangat dan motivasi siswa dalam hafalan Qur’an.

“Alhamdulillah, progres murid yang mengikuti ujian dari tahun ke tahun semakin meningkat. Semoga ini pertanda bahwa semangat murid dalam menghafal dan mempelajari Al-Qur’an terus bertambah,” ujar guru Pkn ini.

Dia menambahkan, peran orang tua juga sangat penting dalam kegiatan munaqasyah ini. Munaqasyah adalah hasil kolaborasi antara orang tua dan sekolah dalam mendukung murid.

“Semoga para murid, ayah/bunda, dan para guru tetap semangat mendukung hafalan Qur’an sehingga ke depannya banyak terwujud generasi cinta Qur’an,” pungkas Yeni Charisma Wati.

Pelaksanaan Munaqasyah

Peserta munaqosyah putra berfoto bersama setelah pembukaan

Munaqasyah yang diselenggarakan kali ini sama dengan perhelatan tahun sebelumnya. Peserta dibagi menjadi dua kelompok, yaitu peserta munaqosah bil hifdhi dan bin nadhor. Semua peserta akan diuji oleh penguji berkompeten dari Pondok Pesantren Nurul Falah yang sudah delapan tahun bekerja sama dengan SMP berbasis pesantren ini.

Sistem ujian, peserta dipanggil satu per satu. Mereka menghadap penguji dengan didampingi orang tua masing-masing. Tujuannya, agar orang tua yang selama ini mendukung hafalan dan belajar Qur’an menjadi bangga dengan pencapaian putra-putrinya.

Penguji kemudian membacakan satu ayat secara acak. Peserta munaqosyah kemudian melanjutkannya dengan memperhatikan irama, tajwid, dan makhraj. Tidak lupa, penguji juga mencatat kekurangan yang dihadapi peserta untuk disampaikan pada saat refleksi ujian.

Setelah ujian munaqosyah dilakukan, tak jarang orang tua siswa menyelipkan harapannya. Sedu dan haru menjadi pelengkap ujian yang merupakan agenda rutin tahunan sekolah ini.

“Hari ini putri kami gugup jadi ngajinya kurang sempurna. Harapannya setelah lulus dari SMP, putri kami baca Alqurannya lebih sempurna dan lebih rajin lagi,” ujar Dwiyanti, ibunda Safira Putri kelas 9C.

Chudori, salah satu penguji, mengapresiasi semangat siswa dalam mengikuti munaqasyah. Ia berharap hafalan siswa terus bertambah setelah munaqasyah ini dihelat.

Dia juga mendoakan agar ke depan banyak siswa SMP Muhammadiyah 4 Surabaya yang mengikuti jejak siswa yang diuji hari ini.

“Semoga tidak hanya berhenti sampai di sini saja. Namun peserta harus tetap bertambah dan hafalannya diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,” harap Chudori.

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *