Bulan Ramadan tahun ini menjadi pengalaman pertama bagi Muhammad Ali Yusuf, siswa kelas 9 SMP Muhammadiyah 4 Surabaya (Spempat), sebagai imam salat Tarawih berbagai masjid di Kota Surabaya.
Bersama dengan beberapa siswa lain yang ditunjuk oleh sekolah berbasis pesantren ini, Ali Yusuf mempraktikkan hafalan, tajwid, dan irama tartil yang dipelajari di sekolah. Salah satunya, ketika ia ditugasi untuk menjadi imam salat Tarawih di Masjid Syuhada Wonokromo Surabaya, Jumat (28/3).
Ali Yusuf sempat grogi ketika kali pertama menjalankan tugas sebagai imam salat. Namun, karena sudah terlatih, perasaan grogi itu dapat ia redam. Irama tartil berhasil ia bawakan untuk membaca ayat demi ayat dalam tugasnya sebagai imam.
“Alhamdulillah lancar. Pengalaman ini jadi modal penting bagi saya untuk mempraktikkan hafalan di sekolah,” ujar Ali Yusuf.
Siswa yang juga terpilih sebagai juara II Olimpiade PAI se-Jawa Timur ini juga berkisah bahwa sebelum melaksanakan tugas sebagai imam, ada bimbingan dari guru Ismuba dan guru tartil di sekolah. Menurutnya, bimbingan itu sangat membantunya menuntaskan tugas sebagai imam salat.
M. Adenin, guru Ismuba Spempat, menuturkan bahwa meskipun ini adalah tugas pertama Ali Yusuf, ia mengaku puas dan bangga akan penampilannya sebagai imam. Menurutnya, kerja keras Ali Yusuf terbayarkan pada pelaksanaan tugasnya malam ini.
“Semoga ia tetap semangat menambah hafalan dan memperbaiki bacaannya agar penampilan selanjutnya bakal lebih mantap,” ujar guru Ismuba yang juga pendekar Tapak Suci ini.
Sementara itu, Laili Rahmi, Kepala SMP Muhammadiyah 4 Surabaya memberikan apresiasi atas penampilan Ali Yusuf. Menurutnya, bacaan surat yang diperdengarkan pada shalat Tarawih malam ini tidak seperti penampilan anak usia SMP.
“Tadi memang ada sedikit yang lupa ketika membaca surat namun secara keseluruhan sudah sangat bagus dan percaya diri,” kata Laili Rahmi.
Menurutnya, imam muda harus diberikan ruang dan kesempatan sebanyak-banyaknya. Ia beranggapan, regenerasi imam juga harus dilakukan agar imam muda dapat menjadi penerus yang lebih tua.