Berkah Kolaborasi, Guru dan Karyawan Spempat Juara Umum Lagi.

Barisan batik hijau Muhammadiyah bersorak. Barisan yang diisi guru dan karyawan Spempat itu mendadak riuh. Mereka menyambut pengumuman juara umum lomba peringatan HUT ke-79 RI antarsekolah Muhammadiyah se-Wonokromo. Pengumuman itu dilakukan selepas upacara HUT ke-79 RI, Sabtu (17/8).

Dalam peringatan kemerdekaan tahun ini, guru dan karyawan Spempat berhasil meraih kategori bergengsi berbagai lomba. Lomba-lomba itu menuntut kolaborasi dari seluruh guru dan karyawan. Juara umum lomba kembali diraih dua kali berturut turut.

Kategori lomba yang dipertandingkan tahun ini banyak berubah. Lomba itu, di antaranya lomba musikalisasi puisi, menghias tumpeng, makan krupuk jumbo, pindah pulau, dan bakiak.

“Alhamdulillah semua turut meramaikan. Tidak ada guru dan karyawan yang apatis. Semua terlibat dan bekerja keras dalam lomba,” ujar Laili Rahmi, Kepala SMP Muhammadiyah 4 Surabaya.

Menurut kepala sekolah yang juga ketua PCA Wonokromo ini, kunci sukses kemenangan kali ini adalah kerja sama. Sebagai sekolah yang mengutamakan kolaborasi, semangat gotong royong dalam lomba harus dijaga.

“Yang tidak ikut lomba karena sakit atau belum fit kesehatannya, bisa jadi suporter ketika teman yang lain mengikuti lomba. Tentunya ini sesuai dengan jargon sekolah, berprestasi dan religius,” tambahnya.

Ucapan selamat juga diucapkan oleh ketua PCM Wonokromo, Lukman Rahim. Menurutnya sebagai juara umum kali kedua berturut-turut, prestasi ini harus dipertahankan dan sebisa mungkin ditingkatkan.

“Selamat kepada guru dan karyawan SMP Muhammadiyah 4 Surabaya. Semoga makin sukses,” ucapnya.

Setelah piala diserahkan, ucapan syukur dilontarkan salah satu pemenang lomba, Eko Margo Raharjo. Menurutnya, kemenangan ini berkat strategi dan semangat pantang menyerah dari teman-teman.

“Meskipun hanya makan krupuk jumbo, ada strategi yang harus dilakukan. Satu orang menyuapi dua teman sehingga krupuk yang dihidangkan cepat habis,” ujarnya.

Hal senada juga dilontarkan Mualim. Guru Bahasa Inggris ini mengungkapkan bahwa meraih juara 1 lomba musikalisasi puisi butuh kerja sama dan latihan yang keras.

“Kami berlatih beberapa hari sebelum lomba. Properti dari ekstrakurikuler banjari juga kami pinjam untuk mendukung kemenangan,” ucapnya.

Semangat kolaborasi ini, katanya, harus tetap digelorakan saat pembelajaran. Dalam pelayanan kepada murid, butuh usaha keras dan kerja sama antarguru dan karyawan. Tujuannya untuk memberikan pelayanan maksimal dalam pembelajaran siswa.

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *