Menteri Kabinet Merah Putih Apresiasi Karya Anti-Bullying Siswa Spempat

SMP Muhammadiyah 4 Surabaya menjadi salah satu dari dua puluh sekolah yang ditunjuk Dinas Pendidikan Kota Surabaya untuk memamerkan hasil karya siswanya. Kegiatan ini dalam rangka kunjungan kerja Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, Sabtu (9/11).

Bertempat di halaman lembaga pendidikan di bawah naungan Pangdam V Brawijaya kegiatan ini dihelat. Stand pameran hasil karya siswa sudah rapi berderet. Karya unik hasil pekerjaan siswa mengisi meja berukuran 180 cm x 70 cm.

Acara kunjungan kerja Menteri PPPA ini diawali dengan deklarasi sekolah ramah anak yang diikuti oleh dua puluh sekolah. Selain terpilih untuk mengisi pameran, SMP Muhammadiyah 4 Juga terpilih untuk mewakili sekolah di Surabaya dalam menandatangani deklarasi ini.

Syawalia Zahra Afiqa, siswa kelas 9D, mengaku bangga dapat mengikuti kegiatan ini. Ia berharap sekolah dapat menjadi rumah yang aman dan nyaman bagi dirinya dan teman-teman di sekolah.

“Harapannya dari pagi sampai sore kami di sekolah, sekolah dapat menjadi rumah kedua kami yang dapat memberikan kenyamanan,” ujarnya.

Selain mengikuti prosesi deklarasi, Afiqa juga berkesempatan memamerkan hasil karya anti-bullying di stand pameran yang tersedia. Ia mempresentasikan produk karya siswa jika ada yang membutuhkan penjelasan lebih lanjut.

“Kami di sini memamerkan hasil-hasil poster anti-bullying siswa,” terangnya.

Setelah memimpin penandatanganan deklarasi sekolah ramah anak, Menteri PPPA Arifah Fauzi berkeliling stand. Kali pertama berkeliling, ia mampir ke stand milik SMP Muhammadiyah 4 Surabaya.

Saat mampir di stand pameran Spempat, Arifah Fauzi kagum dengan buku yang ditulis siswa Spempat. Buku bersampul merah dengan judul ”Gotong Royong Menguatkan Solidaritas Bangsa” ini menarik perhatiannya. Sejenak menteri yang juga aktivis perempuan ini membolak-balik isi buku.

“Ini sungguh baik untuk menumbuhkan kemampuan literasi siswa. Ke depannya harap bisa jadi seperti KKPK,” ujarnya.

Yusuf Masruh, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, memainkan wayang karya siswa.

Selain Menteri PPPA, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya juga tidak mau kalah. Yusuf Masruh, Kadis Pendidikan Kota Surabaya tertarik dengan karya wayang kertas buatan siswa. Ia berulang kali memainkannya.

“Nanti digerak-gerakkan untuk menyapa ibu menteri ya. Bagus ini,” ujarnya.

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *