Siswa Spempat Ikuti Changemakers Award dengan Inisiatif Anti-Bullying

Dua siswa SMP Muhammadiyah 4 Surabaya, Vanessa Angelica dan Syawalia Zahra, menjadi wakil sekolah dalam ajang Changemakers Award yang berlangsung pada 26-29 Desember 2024 di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Ketintang, Surabaya.

Kompetisi ini diinisiasi oleh Ashoka Indonesia bekerja sama dengan Majelis Dikdasmen PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Kegiatan ini menjaring ratusan ide kreatif dari sekolah-sekolah Muhammadiyah di seluruh Indonesia. Dari proses seleksi yang ketat, terpilih 24 sekolah dari 13 provinsi untuk mempresentasikan inisiatif mereka di babak final.

Ketua panitia Changemakers Award, Bagus Mustaqim, menyebutkan bahwa ajang ini bertujuan menguatkan tradisi jariyah ide di kalangan siswa Muhammadiyah.

“Kami percaya murid-murid Muhammadiyah adalah generasi hebat yang mampu menyumbangkan inovasi untuk kemajuan bangsa,” jelasnya.

Ia juga menegaskan pentingnya memfasilitasi, merawat, dan mengapresiasi ide-ide siswa agar semangat mereka tetap terjaga.

SMP Muhammadiyah 4 Surabaya menjadi satu-satunya perwakilan sekolah Muhammadiyah dari Surabaya yang lolos ke tahap final. Vanessa dan Syawalia membawa inisiatif bertajuk ANAK ABAH, sebuah gerakan masif di sekolah untuk memerangi bullying.

“ANAK ABAH melibatkan seluruh siswa dalam kampanye anti-bullying yang terstruktur dan melibatkan semua pihak di sekolah,” kata Syawalia Zahra. Ia menambahkan, keberhasilan inisiatif ini membutuhkan dukungan penuh dari guru.

Vanessa Angelica menambahkan bahwa kerja sama antara guru, siswa, dan seluruh warga sekolah menjadi kunci keberhasilan dalam melawan kasus bullying. “Jika semua pihak bersinergi, bullying bisa diatasi dengan lebih efektif,” ujarnya.

Dalam presentasi di depan dewan juri yang terdiri dari akademisi, praktisi, dan perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, mereka berharap mampu menyuguhkan hasil terbaik.

Penghargaan bagi para pemenang Changemakers Award akan diumumkan pada Sabtu, 28 Desember 2024. Vanessa dan Syawalia optimistis dengan konsep ANAK ABAH yang mereka usung, seraya berharap dapat memberikan dampak positif tidak hanya di sekolah mereka, tetapi juga di masyarakat luas.

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *