4 Pesan Staf Menteri Pendidikan kepada Siswa Spempat

Surabaya – Ketua Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Didik Suhardi, hadir dalam acara Festival Pembaharu Changemakers Award pada Jumat malam (27/12/2024) pukul 19.15 WIB.

Kehadirannya disambut antusias oleh para siswa dari berbagai sekolah Muhammadiyah se-Indonesia yang mengikuti ajang adu gagasan ini.

Di sela-sela acara, Didik menyempatkan diri menyapa beberapa siswa peserta, termasuk perwakilan dari SMP Muhammadiyah 4 Surabaya (Spempat) yang memperkenalkan program inovatif mereka, “ANAK ABAH”.

Dengan penuh semangat, Didik bertanya kepada siswa mengenai program tersebut sambil menyelipkan candaan,

“Wow, ANAK ABAH. Ini gak ada hubungannya dengan dukungan kepada Pak Anies Baswedan, kan?”

Menanggapi hal itu, Vanessa, salah satu siswa Spempat, menjelaskan bahwa program ANAK ABAH murni inisiatif sekolah dan tidak terkait dengan dukungan politik tertentu.

“ANAK ABAH itu singkatan dari Anak Akar Perubahan, Ustaz. Kami mengajak 30 teman di sekolah untuk bersama-sama mengatasi bullying,” jelas Vanessa.

Vanessa dan Afiqa berfoto bersama Ketua Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah yang juga menjabat Staf Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah

Didik Suhardi, yang juga menjabat sebagai Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Manajemen dan Kelembagaan, memberikan apresiasi atas ide kreatif tersebut. Ia menilai program ini sebagai langkah progresif yang patut diteladani oleh sekolah-sekolah Muhammadiyah lainnya.

“Ini sudah bagus. Kalian selanjutnya harus belajar dengan giat dan menjalin jejaring seluas-luasnya,” pesannya.

Ia menekankan pentingnya membangun jejaring untuk memperluas koneksi dan wawasan di tengah arus informasi yang semakin deras. Menurutnya, jejaring yang kuat dapat membantu siswa mengakses berbagai peluang yang tersedia, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Selain itu, Didik mendorong siswa untuk memanfaatkan program-program pemerintah, seperti pengiriman putra-putri terbaik Indonesia ke 100 perguruan tinggi dunia.

“Sekarang pemerintah mengupayakan program ini. Semoga kalian bisa menjadi salah satu yang terpilih,” ujarnya dengan penuh harap.

Lebih lanjut, Didik berpesan agar program ANAK ABAH yang sudah baik ini dapat ditularkan ke sekolah-sekolah Muhammadiyah lainnya.

“Hubungi kepala sekolah, mintalah untuk dihubungkan dengan sekolah Muhammadiyah lain di sekitarmu. Kita harus maju bersama,” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya keberanian dalam mencoba dan bereksperimen. Tradisi jariyah ide dan gagasan, menurutnya, harus terus dilestarikan oleh siswa Muhammadiyah.

“Jangan takut untuk berinovasi. Ide yang baik harus terus diperjuangkan,” imbuhnya.

Acara Festival Pembaharu Changemakers Award ini merupakan ajang bergengsi untuk menggali kreativitas dan inovasi siswa Muhammadiyah dalam berbagai bidang. Ajang ini bertujuan untuk mendorong siswa mengembangkan ide-ide yang dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Program ANAK ABAH dari SMP Muhammadiyah 4 Surabaya menjadi salah satu inisiatif yang menarik perhatian. Dengan pendekatan kolaboratif, program ini melibatkan 30 siswa dalam upaya mengatasi bullying di sekolah, sebuah isu yang relevan di dunia pendidikan saat ini.

Kehadiran Didik Suhardi tidak hanya menjadi motivasi bagi siswa Spempat, tetapi juga bagi seluruh peserta. Dukungan dan pesan-pesan yang disampaikannya menjadi dorongan moral bagi generasi muda Muhammadiyah untuk terus berkontribusi melalui inovasi dan gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *