
Surabaya – Mendung tebal selimuti suasana Terminal 2 Bandara Juanda, Selasa (14/1). Air Asia dengan nomor penerbangan QZ321 yang semula dijadwalkan landing tepat waktu harus terlambat karena faktor cuaca. Setelah ditunggu cukup lama, seorang mahasiswa asal China, Wu Ying Ying, keluar dari pemeriksaan imigrasi bandara. Ia terlihat sibuk mengabadikan momen dengan iPhone-nya. Mahasiswi Chengdu College itu baru pertama kali menginjakkan kaki di Indonesia. Kedatangannya merupakan bagian dari program kerja sama antara AIESEC in Surabaya dengan SMP Muhammadiyah 4 Surabaya.
Wu Ying Ying, atau yang akrab disapa Zero, adalah salah satu dari dua mahasiswa asing yang akan berbagi pengalaman dan budaya di SMP Muhammadiyah 4 Surabaya selama sebulan ke depan. Selain Zero, Vo Thuy An, seorang dokter asal Vietnam, juga menjadi bagian dari program ini. Vo Thuy An telah tiba di Surabaya lebih dulu dan dengan hangat menyambut Zero di bandara.
“At first you will feel nervous, but eventually you will get used to it,” ujar Vo Thuy An kepada Zero, memberikan dukungan untuk perjalanan pertamanya ke luar negeri.
Zero mengaku sangat antusias untuk memulai aktivitasnya di sekolah.
“I am very excited. I want to socialize with the students at school soon,” ungkapnya dengan senyum ceria.
Selain itu, ia juga ingin berbagi pengalaman belajar di China serta mengenalkan budaya negaranya kepada para siswa.

Kedatangan kedua mahasiswa asing ini disambut penuh harap oleh Nanik Ratnawati, guru Bahasa Inggris di SMP Muhammadiyah 4 Surabaya, yang turut menjemput di bandara.
Menurut Nanik, program ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam berbahasa Inggris. Kehadiran Zero dan Vo Thuy An memberikan kesempatan bagi siswa untuk berinteraksi langsung dengan penutur asing, sehingga dapat melatih kepercayaan diri mereka.
“Tentunya ini adalah langkah sekolah untuk mendorong siswa lebih percaya diri dalam berbicara bahasa Inggris. Dengan adanya program ini, siswa diharapkan lebih termotivasi untuk mempraktikkan kemampuan bahasa Inggris mereka,” ujar Nanik.
Selama berada di sekolah, Zero dan Vo Thuy An akan memperkenalkan budaya negara masing-masing melalui berbagai kegiatan interaktif. Program ini juga menjadi ajang pertukaran budaya yang memperkaya wawasan siswa sekaligus mempererat hubungan internasional.
Kerja sama antara SMP Muhammadiyah 4 Surabaya dengan AIESEC in Surabaya menjadi bukti nyata bahwa pembelajaran tidak hanya terjadi di dalam kelas. Dengan menghadirkan pengalaman lintas budaya, sekolah ini memberikan nilai tambah bagi siswa untuk menghadapi tantangan global.