Wisata Budaya: Siswa Spempat Kunjungi Museum Muhammadiyah

Surabaya—Sebanyak 75 siswa kelas 8 dan guru karyawan SMP Muhammadiyah 4 Surabaya melaksanakan kunjungan edukatif ke Museum Muhammadiyah di Kompleks Kampus Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, Sabtu (25/1). Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka wisata budaya yang bertepatan dengan peringatan milad Muhammadiyah. Museum yang diresmikan pada tahun 2022 ini menjadi tempat mengamati jejak sejarah panjang perjuangan Muhammadiyah.

Zaenal Maftukhin, Ketua Panitia Wisata Budaya dan Lingkungan, menyampaikan tujuan kegiatan ini adalah untuk menanamkan semangat dan ghirah (kecintaan) terhadap Muhammadiyah bagi siswa dan guru karyawan.

“Kami berharap kunjungan ini dapat menumbuhkan spirit ber-Muhammadiyah dengan mempelajari langsung sejarah yang terpapar di museum ini,” ujar Zaenal.

Sesampainya di museum, para siswa disambut dengan pemandangan mengesankan. Memasuki pintu lantai pertama, mereka langsung dihadapkan pada deretan foto Ketua Umum Muhammadiyah dari masa ke masa. Di salah satu ruangan, terdapat globe berbentuk setengah bola cekung yang mencuri perhatian.

“Globe ini menerima cahaya matahari secara langsung, melambangkan harapan bahwa Muhammadiyah menjadi matahari yang menerangi bumi,” jelas Isna Sholihah, pemandu museum.

Di belakang globe, para siswa melihat koleksi buku replika yang pernah diterbitkan tokoh Muhammadiyah. Koleksi ini menggambarkan peran besar Muhammadiyah dalam pencerahan masyarakat melalui pendidikan dan literasi. Selain itu, terdapat dinding khusus yang menampilkan para pahlawan bangsa dari kalangan Muhammadiyah, seperti KH Ahmad Dahlan, Nyai Walidah, hingga Ir Sukarno dan Ki Bagus Hadikusumo.

Vanessa Angelica Putri Salsabila, salah satu siswa kelas 8, mengaku kagum dengan fasilitas museum.

“Saya terkejut globe di museum ini bisa divideo menggunakan aplikasi augmented reality. Melalui aplikasi itu, terlihat negara-negara tempat PCI Muhammadiyah berkembang,” ungkapnya.

Museum ini tidak hanya menyajikan cerita sejarah melalui foto dan buku, tetapi juga memanfaatkan teknologi untuk memberikan pengalaman interaktif bagi pengunjung. Hal ini membuat siswa lebih mudah memahami perjuangan Muhammadiyah yang turut berperan dalam sejarah bangsa.

Kegiatan ini memberikan kesan mendalam bagi para siswa. Mereka tidak hanya belajar sejarah secara teori, tetapi juga langsung menyaksikan bukti nyata perjuangan para tokoh Muhammadiyah. Zaenal berharap, kunjungan ini dapat menjadi inspirasi bagi siswa untuk terus melanjutkan perjuangan dalam pendidikan, agama, dan kehidupan bermasyarakat.

Museum Muhammadiyah berhasil menjadi salah satu sarana pembelajaran yang menyenangkan dan menginspirasi. Dengan fasilitas yang lengkap dan penyajian yang menarik, museum ini layak menjadi destinasi edukasi bagi pelajar dari seluruh Indonesia.

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *