Trawas – Wajah Sendy Sendyaga, siswa kelas 8 SMP Muhammadiyah 4 Surabaya, tampak berseri-seri saat memimpin regu Kenanga meraih juara pertama dalam Kemah Hizbul Wathan (HW) yang digelar di Bumi Perkemahan Sumber Wekas, Trawas, Mojokerto, Ahad (16/2).
Acara penutupan kemah tersebut diwarnai dengan kegembiraan dan kebanggaan atas prestasi yang diraih oleh regu Kenanga dengan total poin 1006, mengalahkan regu Seruni (972 poin) dan regu Melati (957 poin). Sebanyak 11 regu turut berpartisipasi dalam kemah tahunan ini.
“Berkat kerja keras teman-teman regu Kenanga, akhirnya kami berhasil juarai kemah HW ini,” ujar Sendy Sendyaga dengan penuh semangat.
Kemah HW ini tidak hanya menguji keterampilan kepanduan seperti sandi dan morse, tetapi juga ketangkasan dan pioneering dalam kegiatan outbound. Asep Saputro, pembina HW SMP Muhammadiyah 4 Surabaya, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengasah kepemimpinan dan kreativitas siswa.
“Selain materi kepanduan, kami juga menguji ketangkasan dan pioneering dalam outbound. Hal ini penting untuk membentuk karakter siswa,” kata Asep.

Selain regu terbaik, dalam upacara penutupan ini juga diumumkan peserta teraktif. Kategori putra disandang oleh Hiroyuki Ekira Firzani sedangkan kategori putri diraih oleh Vanessa Angelica Putri Salsabila.
Penguatan Nilai Pancasila dan Keteladanan Tokoh Muhammadiyah

Kemah HW kali ini juga menjadi ajang penguatan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila. Zaenal Maftukhin, Wakil Kepala SMP Muhammadiyah 4 Surabaya, menjelaskan bahwa kemah ini dirancang untuk menumbuhkan kemandirian, kedisiplinan, dan kreativitas siswa.
“Saya harapkan Profil Pelajar Pancasila benar-benar ditampakkan siswa pada kegiatan ini sehingga itu dapat menjadi kebiasaan dan akhlak siswa,” ujar Zaenal.
Selain itu, siswa juga diajak mengenal lebih dekat tokoh-tokoh Muhammadiyah melalui materi yang diujikan selama kemah. Pelatihan tali temali dan kisah inspiratif dari tokoh Muhammadiyah turut menjadi bagian dari agenda kemah.
“Kami ingin siswa tidak hanya terampil secara fisik, tetapi juga memahami nilai-nilai perjuangan dan keteladanan dari tokoh Muhammadiyah,” tambah Asep.
Zaenal Maftukhin berharap, kemenangan regu Kenanga dapat menjadi inspirasi bagi regu lainnya.
“Semoga kebiasaan baik yang tertanam selama kemah dapat menular ke lingkungan sosial mereka. Saya berdoa mereka semua dapat menjadi teladan yang baik,” pungkasnya.
Dengan semangat kolaborasi dan nilai-nilai positif yang tertanam, kemah HW ini diharapkan mampu membentuk generasi muda yang tangguh dan berkarakter. (humas/tr)