Masjid Kok Sepi, Warkop Malah Ramai? Sindiran Ustaz Ini Bikin Mic Drop

Surabaya — SMP Muhammadiyah 4 Surabaya menggelar kegiatan silaturahim antarsiswa, guru, dan karyawan dalam rangka halalbihalal pasca-Idulfitri 1446 H. Kegiatan yang menjadi agenda tahunan sekolah ini dilaksanakan pada hari Rabu (9/4) di lapangan Kompleks Pendidikan Muhammadiyah Gadung. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh warga sekolah dengan penuh kehangatan dan kekhusyukan.

Acara yang digelar untuk mempererat ukhuwah dan memperkuat nilai-nilai spiritual ini diisi dengan tausiyah oleh Ketua Majelis Dikdasmen PNF PDM Kota Surabaya, Dikky Syadqomullah, M.HES. Dalam pembukaannya, Dikky mengundang tepuk tangan siswa dengan pantunnya,

“Makan ketupat, makan duren, SMP Muhammadiyah 4 memang keren.”

Pantun ini menjadi pembuka yang hangat sebelum beliau menyampaikan pesan-pesan penting tentang keimanan, pentingnya memakmurkan masjid, dan kesabaran dalam beribadah.

Dalam tausiyahnya, Dikky mengingatkan siswa akan pentingnya menjaga kewajiban sebagai seorang Muslim, terutama dalam menjaga shalat.

Ketika ia mengajak siswa mengangkat tangan bagi yang belum shalat Subuh, tak satu pun yang mengangkat tangan—sebuah pertanda positif bahwa kesadaran ibadah sudah tumbuh di kalangan siswa.

Iman yang Kokoh, Masjid yang Ramai, dan Sabar yang Terjaga

Masuk ke dalam pembahasan yang lebih mendalam, Dikky mengajak seluruh hadirin untuk bersama-sama membaca surat Al-Ashr dan menelaah maknanya. Ia menyampaikan bahwa manusia berada dalam kerugian kecuali yang beriman dan beramal saleh.

“Iman adalah pondasi utama agar keislaman kita tidak runtuh. Iman itu ketika kita merasa selalu diawasi oleh Allah,” ucapnya penuh penekanan.

Salah satu bagian tausiyah yang menarik perhatian adalah ketika Dikky menyinggung fenomena sepinya masjid dibandingkan warung kopi.

“Warkop lebih ramai dari masjid. Padahal nongkrong di masjid itu gratis dan bisa dapat hidayah,” ujarnya.

Ia mengajak para siswa untuk memakmurkan masjid, menjadikannya tempat nongkrong yang penuh berkah, bukan hanya kafe atau tempat hiburan.

Di akhir ceramahnya, Dikky menekankan pentingnya kesabaran dalam menjalani kehidupan, terutama dalam beribadah.

“Beribadah memang berat, tapi ada hikmah di baliknya. Orang yang rajin ibadah itu mudah sakit karena oksigen dalam tubuhnya menyebar lebih baik,” jelasnya, menambahkan perspektif ilmiah yang menyentuh.

Kegiatan halalbihalal ini diakhiri dengan saling bermaafan antarwarga sekolah, diiringi suasana haru dan kekeluargaan. Semangat spiritual yang terbangun dalam acara ini diharapkan mampu memperkuat karakter religius seluruh warga SMP Muhammadiyah 4 Surabaya dalam menjalani aktivitas belajar dan mengajar ke depan.

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *