Surabaya, 24 Mei 2025 – Sebanyak 106 siswa SMP Muhammadiyah 4 Surabaya mengikuti prosesi Wisuda Tahfidz di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Timur, Sabtu (24/5). Acara ini berlangsung khidmat dengan kehadiran para orang tua, ustadz-ustadzah, serta tokoh pendidikan dan agama. Kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang apresiasi, tetapi juga momentum peneguhan komitmen menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
Al-Qur’an: Bukan Sekadar Hafalan, tetapi Pedoman Hidup
Dalam sambutannya, Kepala SMP Muhammadiyah 4 Surabaya, Laili Rahmi, menekankan pentingnya menjadikan Al-Qur’an bukan hanya sebagai hafalan, tetapi sebagai panduan dalam menjalani kehidupan.
“Al-Qur’an harus menjadi dasar untuk menapaki kehidupan agar tidak tersesat. Jangan hanya dihafal, tetapi diamalkan dan dijadikan pegangan dalam setiap langkah,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian para wisudawan.
“Ucapan selamat saya sampaikan kepada para orang tua. Semoga usaha dan perjuangan ini menjadi amal jariyah yang terus mengalir,” tambahnya.
Laili juga mengapresiasi peran ustadz dan ustadzah dari Pondok Pesantren Nurul Falah yang telah mengawal proses pembelajaran tahfidz dengan penuh dedikasi. Ke depan, pihak sekolah berkomitmen untuk terus meningkatkan program-program unggulan seperti tartil, tahfidz, dan tarjim.
“Saat ini pembangunan Rumah Tahfidz sedang berjalan. Sudah memasuki minggu ketiga, dan insyaAllah dalam waktu lima hingga enam bulan ke depan dapat diresmikan,” jelasnya.
Pendidikan Al-Qur’an Berkesinambungan, Sumber Pahala Abadi
Pesan penuh makna juga disampaikan oleh Muhammad Arief, Bendahara PP Nurul Falah. Ia menegaskan pentingnya keberlanjutan dalam pembinaan Al-Qur’an.
“Pendidikan dan pembinaan Al-Qur’an tidak boleh berhenti. Harus terus dilaksanakan secara berkesinambungan,” ujarnya.
Ia meyakini bahwa dari para penghafal Al-Qur’an inilah pahala akan terus mengalir.
“Semoga anak-anak kita menjadi generasi yang berkontribusi besar bagi umat dan menjadi kebanggaan bagi kita semua,” tambahnya.
Muhammad Arief juga mengingatkan bahwa proses membina generasi Qur’ani adalah investasi akhirat yang tidak ternilai. Keberhasilan anak-anak dalam menghafal dan mengamalkan Al-Qur’an diyakini mampu membawa keberkahan bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Dimuliakan di Dunia dan Akhirat, Al-Qur’an Membuka Jalan Menuju Surga
Ketua PCM Wonokromo, Lukman Rahim, juga menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya memahami, mengamalkan, dan mengajarkan Al-Qur’an.
“Membaca, memahami isinya, lalu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari—itulah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW,” katanya.
Ia mengajak para wisudawan untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai bagian tak terpisahkan dari hidup.
“Orang yang memuliakan Al-Qur’an akan dimuliakan oleh Allah, baik di dunia maupun di akhirat,” tegas Lukman.
Menurutnya, para hafidz dapat menjadi imam masjid, penceramah, bahkan pembawa kebaikan bagi orang tuanya.
Lukman juga membagikan kisah inspiratif santri Qori’Mu, Nakula Sadewa, yang pernah diajak umrah oleh Ustadz Adi Hidayat. Ia diberangkatkan bersama ibu dan gurunya sebagai bentuk penghargaan atas ketekunannya dalam menghafal Al-Qur’an.
“Inilah bukti nyata bahwa Al-Qur’an dapat mengangkat derajat seseorang,” tuturnya.
Acara wisuda ini tidak hanya menjadi puncak dari sebuah proses pembelajaran, tetapi juga awal dari perjalanan spiritual para siswa untuk terus menjaga dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan mereka. Harapannya, para wisudawan kelak menjadi generasi Qur’ani yang mampu membawa perubahan positif bagi bangsa dan agama.