Surabaya, 28 Mei 2025 — Aula lantai dua SMP Muhammadiyah 4 Surabaya hari itu tampak semarak. Dalam suasana penuh semangat, para siswa memamerkan hasil kerja keras mereka selama mengikuti Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema “Karya, Rasa, dan Cerita Kita”. Acara ini menjadi bukti bahwa kreativitas, kolaborasi, dan inovasi siswa dapat berkembang pesat ketika diberi ruang dan kepercayaan.
Lebih dari sekadar pameran hasil belajar, Gelar Karya ini menjadi momentum siswa menampilkan kemampuan mereka dalam menyelesaikan masalah nyata, mulai dari ranah kuliner hingga teknologi praktis yang berakar pada pengamatan lingkungan sekitar.
Salah satu daya tarik utama dalam acara ini adalah deretan stan kuliner hasil olahan siswa yang memadukan kreativitas rasa dengan strategi berjualan.

Salah satu stan milik siswa kelas 8B banyak menerima orderan. Mereka berhasil mencuri perhatian dengan kreasi unik mereka: mie instan yang dibalut rice paper. Dengan tambahan keju, selada, dan saus, hidangan ini tampil menarik dan menggoda selera. Sistem pre-order yang mereka terapkan terbukti efektif menjaring banyak pembeli dari kalangan siswa dan guru.
“Kami ingin mie instan tampil beda, lebih menarik. Ternyata banyak yang suka,” ujar Bunga antusias.
Namun, jumlah pesanan yang banyak memberikan tantangan tersendiri. Irsyad, rekan satu tim Bunga, mengaku sempat kewalahan karena bahan habis, bahkan harus mengembalikan uang pesanan beberapa guru.
”Ada yang sudah pre-order, terpaksa kami kembalikan uangnya karena bahannya benar-benar habis dan waktunya sudah selesai,” ujarnya.

Dari kelas 8A, Nayla Laksmi Nadinda dan kelompoknya tak kalah bersemangat. Mereka menjual cireng isi dengan harga Rp6.000 per lima buah. Meski keuntungan yang diperoleh sangat kecil, kepuasan tersendiri muncul dari banyaknya pembeli yang menyukai produk mereka.
“Untungnya tidak sampai seribu rupiah, tapi kami senang,” ucap Nayla dengan senyum bangga.
Ragam sajian lain seperti seblak, tahu tek, minuman segar, hingga wonton juga turut memeriahkan gelaran. Semua stan menunjukkan semangat kewirausahaan siswa yang mulai tumbuh sejak dini.
Lampu Otomatis dan Teknologi Sederhana Jadi Sorotan Inovasi Siswa

Tak hanya unggul di ranah kuliner, para siswa juga menampilkan kemampuan mereka dalam bidang teknologi terapan. Salah satu karya yang mencuri perhatian pengunjung adalah lampu otomatis yang menyala saat suasana gelap atau listrik padam, hasil karya Zhaahir Rizqy dan timnya dari kelas 8.
“Ide ini muncul dari masalah sehari-hari. Kami cari caranya di internet, beli modul, lalu kami praktikkan,” jelas Zhaahir dengan bangga.
Karya sederhana namun bermanfaat ini membuktikan bahwa siswa mampu menerapkan pengetahuan sains dan teknologi secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. Inovasi lain juga banyak muncul dari pemanfaatan barang bekas dan ide-ide sederhana yang menyelesaikan permasalahan sekitar.
Zaenal Maftukhin, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, menegaskan bahwa Gelar Karya P5 merupakan puncak dari proses belajar berbasis projek yang menekankan pada observasi lingkungan, kerja sama, dan tanggung jawab.
“Semua ide siswa lahir dari hasil pengamatan terhadap masalah di sekitar mereka. Dari situ mereka belajar berpikir kritis dan menciptakan solusi,” ujar Zaenal.