Spempat Selenggarakan Pelatihan Kurikulum Adaptif untuk Pembelajaran Inklusi

Surabaya — Komitmen SMP Muhammadiyah 4 Surabaya dalam menciptakan pendidikan yang inklusif dan ramah anak kembali dibuktikan dengan diselenggarakannya pelatihan bertajuk Kurikulum Adaptif untuk Pembelajaran Inklusi, Kamis (10/7/2025).

Pelatihan ini menghadirkan narasumber Andriana Dwi Astuti, seorang praktisi pendidikan inklusi yang telah berpengalaman mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus.

Pelatihan dimulai dengan pengantar mengenai makna disabilitas yang kerap disalahartikan di tengah masyarakat.

“Disabilitas bukan berarti tidak bisa apa-apa. Ini adalah kondisi yang membatasi seseorang dalam melakukan aktivitas sehari-hari, namun bukan penghalang untuk berkembang,” jelas Andriana.

Ia memaparkan berbagai jenis disabilitas seperti tunadaksa, celebral palsy, down syndrome, tunanetra, tunarungu, tunawicara, tunagrahita, tunalaras, autisme, hingga ADHD. Setiap jenis disabilitas memiliki karakteristik dan pendekatan pembelajaran yang berbeda, sehingga guru harus memiliki pemahaman mendalam terhadap kondisi tersebut.

Andriana juga menyinggung pentingnya peran sekolah dalam memberikan ruang belajar yang layak bagi semua anak.

“Kalau ada anak tunadaksa ingin sekolah di SMP Muhammadiyah 4, maka wajib difasilitasi. Surabaya adalah kota ramah anak. Sekolah tidak boleh menolak mereka,” tegasnya.

Dalam pelatihan, peserta juga diajak mengenali karakteristik anak dengan down syndrome yang cenderung memiliki wajah bulat dan mata sipit akibat kelebihan kromosom saat masa kehamilan.

“Sayangnya, banyak orang tua masih malu dan menutupi anaknya. Padahal mereka bisa sekolah dan bekerja jika diberi kesempatan,” tambahnya.

Kurikulum, lanjut Andriana, harus dimodifikasi sesuai kemampuan anak. Dukungan orang tua sangat penting agar anak inklusi dapat tumbuh percaya diri.

“Anak tunagrahita, misalnya, adalah peniru ulung. Lingkungan yang baik akan membentuk perilaku positif mereka,” katanya.

Ia juga menjelaskan tentang anak tuna laras dan spektrum autis, yang memiliki keunikan tersendiri namun tetap dapat berkembang dengan pendekatan yang tepat.

Pelatihan ini menjadi langkah konkret sekolah dalam menyongsong pendidikan bermutu untuk semua, tanpa terkecuali.

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *