Lancar dan Berkesan, Fortasi 2025 Bantu 89 Siswa Baru Nyaman di Sekolah

Surabaya – Rangkaian Forum Taaruf dan Orientasi Siswa (Fortasi) tahun pelajaran 2025/2026 di SMP Muhammadiyah 4 Surabaya berlangsung lancar. Selama lima hari, sejak Senin hingga Jumat, 14-18 Juli 2025, sebanyak 89 siswa baru mengikuti kegiatan yang tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah, tapi juga menumbuhkan karakter, spiritualitas, dan literasi mereka.

Mengusung konsep “MPLS Ramah”, kegiatan ini dibuka dengan doa bersama dan sambutan dari Kepala Sekolah. Siswa lalu mengikuti berbagai asesmen awal, seperti Tes Baca Tulis Al-Qur’an, Tes Kemampuan Akademik, serta asesmen ramah literasi dan numerasi. Tujuannya, untuk mendeteksi awal kemampuan siswa dan membantu sekolah membagi kelas secara seimbang.

Menurut Laili Rahmi, Kepala SMP Muhammadiyah 4 Surabaya, Fortasi bukan sekadar formalitas awal masuk sekolah.

“Fortasi harus benar-benar membantu siswa beradaptasi secara utuh — mengenal guru, teman baru, ruang belajar, hingga nilai-nilai yang dijunjung sekolah,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa kegiatan ini mengacu pada panduan Dinas Pendidikan, yang mencakup Wawasan Wiyata Mandala, pengenalan budaya sekolah, hingga eksplorasi lingkungan sekitar sekolah.

Setiap harinya, siswa diajak mengikuti materi-materi tematik seperti Budaya Sekolah Islami, Interaksi Positif dengan Warga Sekolah, Profil Pelajar Pancasila, hingga Kesehatan Mental. Semua disampaikan dengan pendekatan menyenangkan dan interaktif.

“Kami ingin siswa belajar sambil bermain, tanpa merasa tegang. Maka kami selingi dengan ice breaking, fun games, hingga simulasi sosial,” tambah Alifwati Citra Iqlimasari, Koordinator Acara Fortasi.

Tak hanya itu, siswa juga diajak jelajah lingkungan sekolah, mengenal ruang kelas, perpustakaan, masjid, hingga UKS. Mereka pun belajar tentang intra dan kokurikuler, serta berinteraksi langsung dengan pengurus IPM dan pengisi demo ekstrakurikuler dari 20 bidang. Hal ini memberi gambaran utuh tentang kehidupan berorganisasi dan aktivitas di luar kelas.

Sebagai puncaknya, Fortasi ditutup dengan bagi-bagi kue dalam rangka Jumat Berkah. Siswa bersama guru dan panitia berbagi kebaikan di masjid sekitar sekolah, sebagai bentuk praktik nilai kepedulian sosial dan kebersamaan.

Fortasi kali ini membuktikan bahwa masa orientasi siswa bisa menjadi momen positif dan penuh kenangan. Dengan pendekatan yang ramah, siswa tak hanya mengenal sekolahnya, tapi juga mulai merasa nyaman dengan lingkungan belajar yang baru.

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *