Tepat pukul 15.30, ruang kelas 7B menjadi saksi berkumpulnya 19 dari kelas 7 hingga 9 yang mengikuti pertemuan perdana ekstrakurikuler baru, Japanese Club. Kegiatan ini dilaksanakan Selasa, 5 Agustus 2025.
Ekstrakurikuler ini menjadi salah satu kegiatan yang paling dinanti, terutama oleh para pencinta budaya Jepang. Dipandu langsung oleh Agung San, seorang asisten dosen dari Universitas 17 Agustus, siswa-siswi diajak berkenalan dengan Bahasa Jepang secara menyenangkan.
Pertemuan pertama difokuskan pada perkenalan diri dan pengantar dasar Bahasa Jepang, termasuk pengenalan aksara Hiragana, Kanji, serta penggunaan Romaji untuk membaca dan menulis.
Meski baru pertama kali, suasana kelas terasa hidup. Agung San menyajikan materi dengan cara yang interaktif dan tidak membosankan, lengkap dengan ekspresi dan intonasi khas Jepang yang membuat siswa antusias. Ia mengajak siswa menyapa dengan salam khas seperti konnichiwa dan arigatou gozaimasu, sambil mengenalkan makna budaya di balik kata-kata tersebut.
“Saya ingin anak-anak tidak cuma tahu ‘anime’ saja, tapi juga ngerti bagaimana Bahasa Jepang itu dipakai sehari-hari. Belajar dari dasar itu penting, tapi harus tetap fun,” ujar Agung San dengan senyum ramah.
Salah satu peserta, Bunga Ghaniyah, siswa kelas 9, juga mengaku sangat menikmati kegiatan ini.
“Saya suka anime dan budaya Jepang sejak lama. Sekarang bisa belajar langsung bahasanya dari ahlinya itu menyenangkan banget! Semoga bisa cepat bisa baca Hiragana dan Kanji,” ungkapnya dengan semangat.
Japanese Club bukan sekadar ajang belajar bahasa. Lebih dari itu, klub ini menjadi jembatan mengenal budaya Jepang secara lebih luas—dari cara menyapa, menulis nama, hingga memahami nilai-nilai yang terkandung dalam bahasa tersebut.
Kegiatan ini direncanakan akan berlangsung setiap hari Selasa sepulang sekolah. Dengan dukungan penuh dari pihak sekolah dan antusiasme siswa yang tinggi, Japanese Club diharapkan menjadi salah satu ekstrakurikuler unggulan yang tidak hanya memperkaya wawasan internasional siswa, tetapi juga membentuk karakter disiplin dan semangat belajar baru di era global.