Sabtu 16 Agustus 2025, ruang kelas yang biasanya dipadati bangku dan papan tulis berubah menjadi arena kompetisi digital yang seru.
Ekstrakurikuler terbaru SMP Muhammadiyah 4 Surabaya, yakni E-Sport, resmi dimulai dan langsung menyita perhatian para siswa. Kegiatan yang dijadwalkan setiap hari Sabtu pukul 08.00–09.30 ini diikuti oleh siswa kelas 7 hingga kelas 9.
Ekstrakurikuler ini dibina langsung oleh Adittama Pradipa Putra, mahasiswa sekaligus praktisi E–Sport dari Telkom University Surabaya. Ia memiliki berbagai pengalaman mengikuti turnamen E-Sport dan kini berbagi ilmu dan pengalamannya kepada para siswa.
Sejak awal pertemuan, Adittama tidak hanya menjelaskan teori dasar bermain Mobile Legend, namun langsung mengajak peserta merasakan atmosfer kompetisi melalui mini tournament.
Sorak-sorai khas suara permainan seperti “Enemy has been slain!”, “Wiped out!”, hingga teriakan “Legendary!” semakin membakar semangat para siswa yang sedang bertanding.
Suasana kelas berubah menjadi riuh. Beberapa siswa kelas 9 tampak sangat fokus, sesekali saling memberi instruksi dengan suara tegas ketika tim mereka mendekati lord musuh. Sementara itu, siswa kelas 7 terlihat lebih pendiam, namun perlahan mulai menunjukkan semangatnya. Ketika salah satu siswa berhasil melakukan triple kill, teman-temannya spontan bersorak dan bertepuk tangan.
Di sela kegiatan, Adittama memberikan arahan ringan dan membenahi strategi tim mereka.
“Dari potensi anak-anak kelas 9 menurut saya sudah bagus. Tapi untuk kelas 7 ini mereka masih malu-malu dari segi komunikasi dan kekompakan. Untuk ke depannya saya ingin mereka bisa lebih dekat dan tidak ragu memberi instruksi kepada teman satu tim,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa turnamen kecil di awal kegiatan ini memang sengaja dilakukan untuk melihat kemampuan awal para siswa yang mengikuti ekstrakurikuler.
“Dari sini saya bisa tahu siapa yang punya potensi lebih, dan ternyata kelas 9 ini kemungkinan ada yang bisa masuk level nasional,” tambahnya optimistis.
Wisnu Athira, siswa kelas 9, mengaku antusias mengikuti kegiatan ini.
“Tadi kami melakukan turnamen mini dengan teman-teman. Alhamdulillah Mas Adit banyak memberi masukan dan saran untuk permainan kami. Jadi lebih paham kapan harus menyerang dan kapan harus bertahan,” ungkapnya tersenyum puas.
Ekstrakurikuler E-Sport ini diharapkan mampu mengarahkan siswa ke arah yang lebih positif dalam bermain game online. Game tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga membangun kerja sama tim, komunikasi, dan strategi di kalangan siswa.