ANBK 2025 di Spempat, Siswa Mantap Hadapi Asesmen Digital

SMP Muhammadiyah 4 Surabaya resmi melaksanakan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) pada Rabu, 27 Agustus 2025. Sebanyak 45 siswa kelas VIII yang dipilih secara acak oleh sistem Kemendikbudristek mengikuti kegiatan ini. Pelaksanaan ANBK dibagi menjadi tiga sesi, masing-masing diikuti oleh 15 siswa. Proses pelaksanaan berjalan tertib dengan pengawasan dari operator dan pengawas dari sekolah sekitar.

Bambang Dian Asmoro, operator SMP Muhammadiyah 4 Surabaya, menjelaskan bahwa sekolah tidak bisa menentukan siswa yang mengikuti ANBK karena seluruh peserta sudah ditentukan oleh sistem pusat. Dengan mekanisme ini, semua anak memiliki peluang yang sama untuk terpilih. Hal ini sekaligus memberikan pengalaman langsung bagi para siswa yang berbeda-beda kemampuan dalam menguasai perangkat digital.

“Alhamdulillah sekolah sudah menyediakan 15 laptop dan komputer. Ada juga 5 laptop yang tersedia sebagai cadangan apabila komputer utama mengalami kendala,” ujarnya.

Menurutnya yang menjadi hal yang paling dikhawatirkan adalah listrik padam. Berkaca pada gelombang sebelumnya di sekolah lain, pelaksanaan ANBK tertunda hampir dua jam karena listrik padam. Mengatasai kekhawatiran ini, menurutnya, sekolah sudah menyiapkan genset sebagai pemecah masalah.

Meski banyak siswa yang sehari-hari lebih terbiasa menggunakan HP, pelaksanaan ANBK tidak menimbulkan kesulitan berarti. Salah satu siswa, Muhammad Fadriano Ronaldo, menyampaikan pengalamannya mengikuti sesi pertama ANBK. Ia mengaku tidak menemui kendala selama mengerjakan soal, sebab sekolah sudah menyiapkan para siswa melalui latihan dan pendampingan yang memadai. Menurutnya, soal yang tampil dalam asesmen sangat mirip dengan latihan yang sudah diberikan para guru. Dengan bekal persiapan tersebut, ia merasa percaya diri dan mampu menyelesaikan soal dengan baik.

Hal yang sama juga diungkapkan Ayralista Muvita, siswi kelas VIII lainnya. Ia merasa sistem ANBK sangat mudah digunakan karena sudah dilengkapi panduan pengerjaan yang jelas. Menurutnya, siswa hanya perlu mengklik dan memilih jawaban yang dianggap paling benar dan sesuai dengan keadaan di sekolah pada survey lingkungan belajar. Tampilan yang sederhana membuat peserta bisa fokus pada isi soal tanpa perlu khawatir kesulitan mengoperasikan komputer.

Wakil Kepala SMP Muhammadiyah 4 Surabaya, Zaenal Maftukhin, menegaskan bahwa pihak sekolah memang sudah menyiapkan siswa sejak dini. Tidak ada sesi khusus, tetapi siswa diberi informasi lengkap mengenai situasi pengerjaan ANBK sehingga mereka terbiasa menghadapi asesmen yang berbasis komputer. Menurutnya, hal tersebut membuat siswa lebih siap mental sekaligus lebih akrab dengan perangkat yang digunakan.

Zaenal juga menambahkan bahwa setelah siswa mengerjakan soal, kegiatan ANBK dilanjutkan dengan survei lingkungan belajar. Survei ini dirancang untuk mengukur serta memetakan berbagai aspek yang memengaruhi kualitas pendidikan di satuan pendidikan, seperti iklim keamanan, inklusivitas, serta proses pembelajaran yang berlangsung. Hasil survei kemudian digunakan untuk menyusun profil mutu sekolah. Dari informasi tersebut, sekolah akan memperoleh dasar yang kuat untuk merumuskan kebijakan peningkatan kualitas pendidikan, sehingga tercipta suasana belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh warga sekolah.

Pelaksanaan ANBK di SMP Muhammadiyah 4 Surabaya bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi juga menjadi upaya nyata dalam memetakan mutu pendidikan dan melatih kesiapan siswa menghadapi tantangan digital. Dengan dukungan para pendidik dan persiapan matang, sekolah optimistis hasil asesmen tahun ini dapat menjadi gambaran positif perkembangan mutu pendidikan yang tengah dijalankan.

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *