Semangat kebersamaan dan syiar Islam begitu terasa di SMP Muhammadiyah 4 Surabaya. Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, sekolah ini menggelar pawai yang diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan karyawan pada Senin, 8 September 2025. Pawai ini tidak sekadar berjalan kaki, melainkan menjadi cara kreatif untuk mengajak masyarakat kembali mengingat dan meneladani akhlak Rasulullah SAW.
Bambang Dian Asmoro, koordinator kegiatan, menjelaskan bahwa pawai ini bertujuan untuk mengingatkan kembali keteladanan Nabi Muhammad SAW di tengah kemajuan teknologi yang begitu pesat.
“Di era yang serba digital ini, mengingat keteladanan nabi merupakan pagar yang ampuh untuk membentengi berbagai pengaruh negatif kemajuan teknologi,” ujarnya.

Berbagai spanduk dan poster yang dibuat siswa dengan tulisan-tulisan inspiratif menjadi alat utama untuk menyampaikan pesan ini. Pawai yang menempuh jarak sekitar 4 kilometer ini menunjukkan antusiasme tinggi dari para peserta. Bambang menambahkan, ke depannya mereka berencana untuk membagikan selebaran kepada masyarakat agar syiar ini dapat menjangkau lebih luas.
STAF: Meneladani Kepemimpinan Rasulullah dalam Kehidupan Modern

Selain menyoroti akhlak personal, Bambang juga menekankan pentingnya meneladani kepemimpinan profetik Nabi Muhammad SAW, terutama bagi para pejabat. Menurutnya, konsep STAF yang dimiliki Nabi—Siddiq (jujur dan benar), Tabligh (menyampaikan), Amanah (dapat dipercaya), dan Fatonah (cerdas)—dapat diterapkan dalam berbagai aspek kepemimpinan di negeri ini.
“Nabi mempunyai STAF yang dapat diterapkan di berbagai aspek kepemimpinan di negeri ini,” pungkasnya.
Pesan ini relevan, mengingatkan bahwa nilai-nilai Islam tidak hanya berlaku di ranah ibadah, tetapi juga dalam etika kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan. Dengan mencontoh karakter Nabi, para pemimpin diharapkan dapat membangun bangsa yang lebih jujur, amanah, dan cerdas.
Tukar Jajan dan Olahraga: Maulid Nabi yang Penuh Kebersamaan

Di balik pawai yang serius, ada momen-momen hangat yang mempererat kebersamaan. Sendy Sendyaga, anggota Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Spempat, merasa bangga atas suksesnya acara ini. Menurutnya, keberhasilan peringatan hari besar Islam ini adalah hasil kerja keras seluruh warga sekolah. Salah satu kegiatan unik yang dilakukan adalah “tukar jajan” di mana setiap siswa membawa bekal untuk dibagikan. Siswa yang mampu dapat membawa lebih banyak dari yang disyaratkan untuk berbagi dengan teman-teman mereka, menciptakan suasana saling peduli.
Eka Puspitasari, guru IPS, menuturkan bahwa acara Maulid Nabi tahun ini berbeda dari sebelumnya karena adanya pawai. Ia melihat dua manfaat utama dari kegiatan ini.
“Dua hal dalam pawai ini. Mensyiarkan keteladanan nabi dan juga olahraga,” jelasnya.
Meskipun menempuh jarak yang cukup jauh, Eka memandang hal ini positif karena berolahraga juga merupakan salah satu sunnah Nabi. Dengan begitu, pawai ini tidak hanya menyebarkan pesan kebaikan, tetapi juga mempromosikan gaya hidup sehat.