Peringati Hari Santri, Jual Barang Bekas Demi Berbagi

Beberapa meja berwarna coklat terlihat memenuhi koridor di depan ruang guru SMP Muhammadiyah 4 Surabaya, Rabu (22/10/2025). Tiap dua meja saling berpasangan, ada pula dua siswa yang menjaganya. Di atas meja, tersedia berbagai macam barang bekas layak pakai.

Sejak pagi, siswa-siswi berseragam putih tampak sibuk menata meja, menempelkan label harga, dan memanggil pengunjung dengan penuh semangat. Semua itu dilakukan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2025, yang dikemas dalam kegiatan bertajuk Pawai Santri Berkemajuan dan Bazar Preloved.

Setelah melakukan pawai di sekitar lingkungan sekolah, siswa menghadiri bazar yang disediakan oleh siswa tiap kelasnya. Tidak sekadar meriah, bazar kali ini memiliki makna yang lebih dalam. Para siswa menjual berbagai barang layak pakai milik mereka—mulai dari buku, pakaian, hingga aksesori—yang hasil penjualannya akan disumbangkan ke Lazismu.

Melalui kegiatan ini, semangat Hari Santri tidak hanya ditunjukkan lewat ketaatan dan disiplin, tetapi juga lewat aksi nyata berbagi kepada sesama.

“Alhamdulillah, siswa terlihat antusias dan senang karena banyak barang yang terjual. Bazar preloved ini bukan hanya mengajarkan siswa berwirausaha melalui transaksi jual beli, tetapi juga sebagai bentuk nyata dari kepedulian sosial,” ujar Alifwati, koordinator acara.

Antusiasme itu juga dirasakan langsung oleh para siswa. Enzo, siswa kelas 7B, mengaku kelelahan tetapi puas dengan hasil kerja kerasnya. “Capek tapi seru!” ujarnya singkat sambil tersenyum.

Senada dengan itu, Vieri Ibra dari kelas 7A menuturkan bahwa bazar kali ini terasa istimewa.

“Seru, keren, capek tapi senang juga karena banyak yang beli, bukan cuma siswa tapi juga OB dan adik-adik SD,” katanya penuh semangat.

Kegiatan Hari Santri tahun ini memang dirancang dengan pendekatan kreatif dan edukatif. Selain mengasah kemampuan wirausaha, kegiatan ini juga melatih siswa menjadi santri yang kreatif, peduli sesama, dan cinta lingkungan.

Barang-barang preloved yang dijual sebagian besar merupakan hasil daur ulang dan donasi siswa sendiri, sehingga turut mengajarkan nilai keberlanjutan. Melalui kegiatan ini, SMP Muhammadiyah 4 Surabaya berhasil menanamkan makna “santri berkemajuan” dalam konteks modern—santri yang tidak hanya pandai mengaji, tetapi juga peka terhadap kebutuhan sosial di sekitarnya.

Semangat berbagi yang tumbuh dari bazar sederhana ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai kepesantrenan dapat hidup dalam setiap aksi nyata. Dengan wajah-wajah ceria, para santri muda SMP Muhammadiyah 4 Surabaya membuktikan bahwa kebermanfaatan adalah kebaikan yang bermakna.

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *