Mengambil langkah strategis dalam perluasan wawasan global, SMP Muhammadiyah 4 Surabaya sukses menggelar kunjungan diplomatik dan edukatif ke Tokyo, Kamis (4/12). Tidak sekadar kunjungan biasa, agenda ini membawa misi menyerap etos kerja disiplin khas Jepang sekaligus mempererat ukhuwah pendidikan di Negeri Sakura.
Rombongan sekolah mengawali kegiatan dengan kunjungan resmi ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Jepang. Sambutan hangat dari pihak kedutaan membuka ruang diskusi bermakna mengenai peta perkembangan pelajar Indonesia di Jepang serta peluang kolaborasi lintas negara yang dapat dioptimalkan oleh lembaga pendidikan di tanah air.
Perjalanan berlanjut ke Sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT). Di sinilah pertukaran budaya pendidikan terjadi. SRIT, yang melayani putra-putri diaspora Indonesia, memberikan pengalaman unik. Meski jumlah siswanya terbatas—sekitar 140 orang—sekolah ini menjadi oase pendidikan karakter yang memukau. Nilai kedisiplinan, sopan santun, dan penghormatan kepada yang lebih tua tertanam kuat, berpadu harmonis dengan fasilitas keagamaan seperti masjid yang menjadi pusat aktivitas siswa muslim di sana.
Simbiosis Nilai Religius dan Etos Kerja
Pertemuan dua lembaga pendidikan ini menghasilkan gagasan yang saling menguatkan. Plt Kepala Sekolah Republik Indonesia Tokyo, Amzul Rifin, secara terbuka menyatakan kekagumannya terhadap kultur religius yang dibawa oleh rombongan tamu.
”Tentunya kami juga akan mengadopsi nilai-nilai religius yang sudah baik di SMP Muhammadiyah 4 Surabaya. Murid kami memang sebagian besar orang Indonesia, sehingga tidak asing dengan ajaran Islam yang diterapkan di sana,” ungkap Amzul.
Di sisi lain, Kepala SMP Muhammadiyah 4 Surabaya, Laili Rahmi, mengaku terkesima dengan atmosfer pendidikan di Tokyo yang kental dengan semangat juang. Ia menyoroti etos kerja dan ketekunan yang tercermin dari lingkungan sekolah tersebut.
”Semangat pantang menyerah ini yang harus kita bawa sebagai oleh-oleh untuk mengembangkan sekolah Muhammadiyah di Surabaya,” tegas Laili penuh antusias.
Sebagai simbol pengikat persahabatan, kunjungan diakhiri dengan momen istimewa. Laili Rahmi menyerahkan buah tangan berupa buku literasi karya orisinal guru dan siswa SMP Muhammadiyah 4 Surabaya. Buku yang disusun dalam rangka peringatan Hari Pahlawan ini menjadi bukti nyata produktivitas literasi sekolah yang kini gaungnya telah sampai ke Tokyo. Kunjungan ini diharapkan menjadi gerbang pembuka bagi kerja sama internasional yang lebih intensif di masa depan.